Selama masa Satgas, penyaluran Avtur tercatat meningkat sekitar 4,7 persen seiring meningkatnya aktivitas penerbangan.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan, Edi Mangun, menambahkan bahwa seluruh Terminal BBM, SPBU, dan SPPBE di Kalimantan berada dalam kondisi siaga penuh dengan buffer stock yang memadai.
Ia memprediksi puncak mobilitas masyarakat terjadi pada 20–24 Desember 2025 dan 30–31 Desember 2025, dengan arus balik pada 27–28 Desember 2025 serta 3–5 Januari 2026. Seiring dengan itu, kebutuhan energi diproyeksikan meningkat, terutama Gasoline sebesar 3,3 persen, LPG 4,9 persen, dan Avtur 7,8 persen.
“Seluruh suplai kami pantau secara real-time melalui command center Satgas Nataru. Jika terjadi lonjakan permintaan, penambahan suplai dapat segera dilakukan,” ujar Edi.
Ia menegaskan, koordinasi dengan pemerintah daerah, aparat keamanan, dan mitra distribusi terus diperkuat guna memastikan kelancaran layanan energi di Kalimantan selama periode Nataru.
“Kami berkomitmen menjaga pasokan energi tetap aman agar masyarakat dapat beraktivitas dengan nyaman. Kami juga mengimbau masyarakat mengisi BBM sebelum perjalanan dan memanfaatkan layanan MyPertamina,” pungkasnya. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar