BorneoFlash.com, BALIKPAPAN - Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan mendorong percepatan pembangunan Sistem Air Mahakam sebagai solusi strategis jangka panjang, untuk memenuhi kebutuhan air baku di Kota Balikpapan.
Langkah ini ditegaskan Wakil Wali Kota Balikpapan, H. Bagus Susetyo, dalam peringatan Hari Ulang Tahun ke-49 Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB), di Waduk Manggar KM 12, pada Minggu (21/12/2025).
Bagus Susetyo menegaskan bahwa proyek Sistem Air Mahakam tidak akan menggunakan anggaran pemerintah, baik dari APBD Kota Balikpapan, APBD Provinsi Kalimantan Timur, maupun APBN.
Pemerintah Kota, kata dia, hanya berperan sebagai fasilitator, sementara pelaksanaannya sepenuhnya didorong melalui kerja sama dengan pihak swasta.
“Pemerintah Kota hanya memfasilitasi. PTMB harus proaktif menjalin komunikasi dengan badan usaha. Kita tidak akan menggunakan APBD atau APBN karena keterbatasan anggaran untuk pembiayaan jangka panjang,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Sistem Air Mahakam ditargetkan 100 persen melalui kerja sama badan usaha dengan sistem business to business dengan PTMB sebagai perpanjangan tangan pemerintah.
Sejumlah pihak swasta telah menyatakan minat, ditandai dengan adanya letter of intent, termasuk yang dikoordinasikan bersama Kementerian PUPR RI dan beberapa perusahaan investasi.
“Kami berharap pada tahun 2026 sudah ada MoU atau perjanjian kerja sama yang jelas. Proses kajian bisa memakan waktu satu tahun, lalu dilanjutkan pelaksanaan sekitar satu tahun berikutnya,” jelasnya.
Dengan skema tersebut, Sistem Air Mahakam diharapkan mulai melayani masyarakat pada akhir 2028 atau awal 2029. Seluruh pembiayaan, mulai dari survei teknis hingga pembangunan, akan ditanggung pihak swasta, sementara pemerintah memastikan tarif air tetap terjangkau bagi masyarakat.
“Kita tidak membatasi pihak swasta mana pun yang ingin berpartisipasi. Kita beri peluang seluas-luasnya, lalu kita pilih yang terbaik, tidak membebani masyarakat, dan proses pengerjaannya cepat,” tegas Bagus.
Menurutnya, pemanfaatan Sistem Air Mahakam untuk dialirkan ke Waduk Manggar merupakan satu-satunya opsi realistis dalam menjawab kebutuhan air bersih Balikpapan. Langkah ini juga mendapat dukungan Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) yang menghadapi kondisi serupa dalam ketersediaan sumber air.
“Saat ini IKN juga masih mengandalkan sistem tadah hujan dan bendungan. Jika terjadi kemarau panjang seperti tahun 2020, ketika hujan tidak turun selama empat bulan, pelayanan air akan terganggu. Mudah-mudahan hal itu tidak terulang,” ujarnya.
Bagus Susetyo menegaskan bahwa penanganan air bersih merupakan bagian dari janji utama Wali Kota Balikpapan H. Rahmad Mas’ud bersama Wakil Wali Kota, selain penanganan banjir, pendidikan, kesehatan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Di akhir sambutannya, ia mengucapkan selamat ulang tahun ke-49 kepada PTMB dan berharap perusahaan daerah tersebut terus meningkatkan kualitas pelayanan, memperbaiki distribusi air, serta menekan tingkat kebocoran melalui pembenahan infrastruktur dan optimalisasi sumber daya air.
Dipilihnya Waduk Manggar sebagai lokasi peringatan HUT PTMB dinilai memiliki makna simbolis, mengingat sekitar 60 persen layanan air bersih Balikpapan masih bergantung pada waduk tersebut.
“Ketersediaan air bersih harus kita jaga bersama secara berkelanjutan dan bertanggung jawab, agar masyarakat merasa nyaman tinggal di Kota Balikpapan,” pungkasnya. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar