Berita Balikpapan Terkini

Produk UMKM Masuk Rak Toko dan Swalayan, Tambah Pendapatan Masyarakat

lihat foto
Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, saat memimpin tinjauan ke Maxi kawasan Sepinggan Kecamatan Balikpapan Selatan, pada Selasa (2/12/2025). Foto: BorneoFlash/Niken Sulastri
Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, saat memimpin tinjauan ke Maxi kawasan Sepinggan Kecamatan Balikpapan Selatan, pada Selasa (2/12/2025). Foto: BorneoFlash/Niken Sulastri

BorneoFlash.com, BALIKPAPAN - Wakil Wali (Wawali) Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, saat memimpin tinjauan ke Toko Helmi dan Maxi kawasan Sepinggan Kecamatan Balikpapan Selatan mengapresiasi kedua tempat tersebut, karena sudah menyediakan ruang bagi produk Usaha Mikro, kecil dan Menengah (UMKM).

Ia menilai keberadaan produk industri rumah tangga di rak swalayan dapat membantu menggerakkan ekonomi warga. “Produk UMKM sudah mulai masuk. Ini positif karena bisa menambah pendapatan masyarakat,” katanya, disela-sela peninjauan, pada Selasa (2/12/2025).

Tak hanya itu, dari hasil pengecekan, ia memastikan stok barang di sejumlah titik berada dalam kondisi aman, terutama di kawasan permukiman padat seperti Sepinggan.

Bagus berharap para pemilik swalayan menjaga ketersediaan barang, agar tidak terjadi kelangkaan yang bisa memicu kenaikan harga.

“Helmi di Sepinggan cukup membantu karena dekat permukiman. Mereka harus menjamin stok agar tidak ada kekurangan,” jelasnya.

Produk UMKM Masuk Rak Toko dan Swalayan. Foto: BorneoFlash/Niken Sulastri
Produk UMKM Masuk Rak Toko dan Swalayan. Foto: BorneoFlash/Niken Sulastri

Satgas Inflasi Kota Balikpapan juga diminta rutin melakukan pengecekan lapangan setiap minggu untuk memastikan kestabilan harga dan pasokan. “Harapan kami, selama Natal dan Tahun Baru stok kebutuhan rumah tangga aman dan tidak ada kenaikan harga yang merugikan masyarakat,” tandas Bagus.

Bagus mengatakan pemantauan menyasar tiga indikator utama yakni keamanan produk, kualitas barang, serta masa berlaku penjualan. Ia menegaskan bahwa seluruh barang yang beredar harus memenuhi standar dan tidak boleh kedaluwarsa.


“Kita memastikan apa yang dibeli masyarakat itu aman, berkualitas baik, dan masih dalam waktu penjualan yang sesuai. Ini penting terutama menjelang Natal dan Tahun Baru,” ujarnya.

Dalam inspeksi tersebut, Bagus menemukan adanya makanan setengah basah yang memiliki masa edar hingga tahun 2026. Temuan ini langsung mendapat perhatian dari pemerintah, dan ia meminta seluruh pemilik toko melakukan pengecekan ulang.

“Beberapa makanan setengah basah punya jangka waktu penjualan cukup jauh sampai 2026. Ini harus dicek lagi agar tidak menimbulkan masalah di kemudian hari,” tegasnya.

Selain masa kadaluarsa, kondisi fisik barang juga menjadi sorotan. Bagus mengingatkan agar tidak ada produk dengan kemasan rusak, penyok, atau memperlihatkan bagian dalam, karena dapat menurunkan kualitas serta membahayakan konsumen.

Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, saat memimpin tinjauan ke Toko Helmi kawasan Sepinggan Kecamatan Balikpapan Selatan, pada Selasa (2/12/2025). Foto: BorneoFlash/Niken Sulastri
Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, saat memimpin tinjauan ke Toko Helmi kawasan Sepinggan Kecamatan Balikpapan Selatan, pada Selasa (2/12/2025). Foto: BorneoFlash/Niken Sulastri

Pemerintah Kota Balikpapan terus meningkatkan pengawasan terhadap sejumlah swalayan dan toko modern, demi memastikan keamanan produk, kualitas kemasan, dan ketersediaan stok kebutuhan rumah tangga.

Momentum tersebut dimanfaatkan Wawali menyapa konsumen untuk memastikan pelayanannya termasuk harga barang yang dijual. Salah satunya kepada Sugiarti, warga Wika dan sudah menjadi salah satu pelanggan di Toko Helmi.

"Setiap satu bulan sekali saya belanja kesini, produk yang dijual bervariasi, pelayanan juga bagus dan harga standar," tuturnya.

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar