BorneoFlash.com, BALIKPAPAN - Kota Balikpapan resmi menjadi tuan rumah kegiatan Silaturahmi Regional Lintas Tokoh Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) se-Kalimantan yang digelar pada 27–29 November 2025 di Grand Senyiur Hotel Balikpapan.
Acara ini dihadiri Wakil Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Seno Aji; berbagai tokoh daerah; perwakilan paguyuban dan unsur pemerintah.
Wakil Wali Kota Balikpapan, H. Bagus Susetyo, mengatakan bahwa kegiatan ini sangat tepat diselenggarakan di Balikpapan karena kota ini dikenal sebagai miniatur Indonesia.
“Hampir semua suku dan etnis ada di Balikpapan, dari Aceh sampai Papua, bahkan dari Rote pun ada. Keragaman ini bukan sekadar identitas, tetapi modal sosial kita,” ujarnya saat menyambut FPK se Kalimantan dengan Gala Dinner, di Grand Senyiur Hotel, pada hari Kamis Malam (27/11/2025).
Mengangkat tema “Harmoni dalam Kemajemukan, Bersama Menjaga Kondusivitas Iklim Investasi di Kalimantan”, forum ini menekankan bahwa kerukunan bukan hanya nilai, tetapi juga syarat penting lahirnya keamanan dan investasi yang stabil.
“Keamanan dan iklim investasi yang kondusif tidak akan pernah terwujud tanpa ruang sosial yang teduh, aman, dan inklusif,” kata Bagus.
Ia menambahkan bahwa Balikpapan sebagai pintu gerbang IKN memiliki peran sentral dalam menunjukkan bagaimana kerukunan dapat menjadi kekuatan pembangunan.
Di kesempatan yang sama, Bagus mengungkapkan bahwa Balikpapan tengah mengikuti penilaian Rencana Induk Pariwisata Daerah (RIPDA) dan masuk sebagai tiga kota finalis bersama Surakarta dan Malang.
Asesmen telah dilakukan hari ini, dan ia berharap Balikpapan dapat kembali menjadi tuan rumah berbagai event nasional.
“Terima kasih karena FPK se-Kalimantan memilih Balikpapan sebagai tempat kegiatan. Ini pengakuan bahwa Balikpapan adalah kota yang kondusif dan menjunjung tinggi kerukunan,” tuturnya.
Bagus berharap seluruh tokoh dan peserta aktif membangun jejaring dan menghasilkan rekomendasi yang bermanfaat bagi pemerintah dan masyarakat. “Selamat datang di Kota Balikpapan. Semoga kegiatan ini membawa manfaat besar bagi kita semua,” ujarnya.
Ketua FPK Kalimantan Timur, Syaharie Jaang, menegaskan bahwa pertemuan ini akan membahas berbagai persoalan penting di Kalimantan, termasuk menjaga hubungan harmonis antarwarga sebagai syarat keberhasilan pembangunan dan investasi.
“Program yang baik tidak akan berjalan tanpa dukungan anggaran dan investasi. Karena itu, hubungan sosial yang stabil menjadi kunci,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan silaturahmi ini akan ditutup dengan Parade Budaya Nusantara pada Sabtu, 30 November 2025, yang menampilkan beragam kekayaan budaya dari seluruh Indonesia.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar