Meski Samarinda berhasil masuk 10 besar nasional sebagai kandidat pemerintah daerah antikorupsi, Andi menolak berpuas diri.
“Semakin kita mengenali kelemahan, semakin jelas arah perbaikannya,” katanya.
Sebagai bentuk komitmen, Andi telah menerapkan sejumlah langkah konkret, seperti pembatasan penggunaan fasilitas rumah jabatan, efisiensi perjalanan dinas, serta pembatasan undangan kegiatan yang wajib dihadiri.
Ia juga meminta pelayanan terhadap pejabat tidak dilakukan secara berlebihan untuk mencegah peluang penyimpangan.
Ia menutup dengan mengingatkan pentingnya menerapkan gaya hidup sederhana di lingkungan pemerintahan.
“Memiliki kemampuan pun tidak pantas memamerkan kemewahan, apalagi jika sebenarnya tidak mampu. Itu hanya melukai masyarakat. Turunkan gengsi dan kendalikan keinginan yang tidak sesuai kemampuan,” tegasnya.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar