Pemkab Kutai Kartanegara

Pemkab Kukar Dorong Kebangkitan 237 Koperasi Desa dan Kelurahan Lewat Penguatan SDM

lihat foto
Pelatihan peningkatan kapasitas KDKMP.  Foto: BorneoFlash/Ernita Sriana
Pelatihan peningkatan kapasitas KDKMP.  Foto: BorneoFlash/Ernita Sriana

BorneoFlash.com, KUKAR - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) kembali menegaskan komitmennya memperkuat peran koperasi sebagai penopang ekonomi kerakyatan.

Para pengurus dan pengawas Koperasi Merah Putih dari desa dan kelurahan se-Kukar hari ini mengikuti pelatihan peningkatan kapasitas di Pendopo Odah Etam.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kukar, Arianto, mengatakan bahwa salah satu fokus pemerintah saat ini adalah percepatan pendataan aset koperasi melalui aplikasi resmi milik Kementerian Dalam Negeri.

“Pendataan lahan ini wajib segera kita selesaikan karena menjadi dasar pengelolaan aset koperasi di desa,” ucap Arianto, pada Jumat (14/11/2025).

Ia mengakui masih ada beberapa desa yang mengalami kendala teknis, seperti lupa kata sandi atau tidak bisa mengakses aplikasi. Meski begitu, PMD Kukar turun langsung memberikan pendampingan agar proses tidak terhambat.

“Kita pandu satu per satu. Setiap desa punya luas lahan berbeda, ada yang hanya seratus meter, ada juga yang sampai seribu meter. Semua harus masuk lengkap supaya klasifikasinya jelas,” jelasnya.

Arianto juga membeberkan bahwa Pemkab Kukar telah menyiapkan dukungan anggaran sekitar Rp3 miliar untuk mendorong koperasi Merah Putih berkembang lebih cepat. Anggaran itu terdiri dari Rp2,5 miliar untuk pembangunan gerai koperasi serta Rp500 juta untuk menopang kegiatan operasional.

“Harapannya pengurus tidak hanya paham teori, tapi benar-benar menguasai teknis pengelolaan usaha,” tambahnya.


Sementara itu, Plt Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kukar, Thaufiq Zulfian Noor, menyampaikan bahwa peserta pelatihan berasal dari sejumlah kecamatan, mulai dari Tenggarong, Loa Kulu, Loa Janan, Tabang, Muara Kaman hingga Kota Bangun.

Thaufiq menjelaskan bahwa materi yang diberikan mencakup kebijakan perkoperasian, tata kelola organisasi, kepemimpinan, kewirausahaan hingga manajemen keuangan.

“Pelatihan ini untuk memastikan pengurus memahami fondasi koperasi sekaligus mampu mengelola usaha secara profesional,” tegasnya.

Ia mencatat, dari total 237 koperasi desa dan kelurahan di Kukar, baru tujuh yang sudah beroperasi penuh. Namun sebagian besar lainnya telah menyusun rencana usaha dan menjalin komunikasi kemitraan dengan Bulog, Pupuk Indonesia hingga Pertamina.

“Proses realisasi kemitraannya memang belum tuntas, tapi arah usahanya sudah on track,” ujarnya.

Beberapa koperasi bahkan mulai merintis unit usaha baru seperti layanan sembako, laundry hingga klinik kecil. Pemerintah berharap inovasi ini dapat memperbesar peran koperasi sebagai motor penggerak ekonomi desa.

Pelatihan yang digelar hari ini menjadi momentum untuk memperkuat kembali gerakan koperasi di Kukar. Semangat “Merah Putih” diharapkan dapat menjadi energi bersama bagi para pengurus untuk membawa koperasi desa menjadi lebih maju, transparan, dan bermanfaat bagi masyarakat.

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar