Pemkot Tegaskan Tiga Sekolah Tak Perlu Dipindah, Fokus Perbaikan Drainase dan Lahan

oleh -
Penulis: Nur Ainunnisa
Editor: Ardiansyah
Ketua Tim Wali Kota Akselerasi untuk Pembangunan (TWAP), Syaparuddin. Foto: BorneoFlash/Nur Ainunnisa
Ketua Tim Wali Kota Akselerasi untuk Pembangunan (TWAP), Syaparuddin. Foto: BorneoFlash/Nur Ainunnisa

BorneoFlash.com, SAMARINDA – Upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda dalam mengevaluasi sekolah-sekolah yang berada di kawasan rawan banjir dan pergerakan tanah kini memasuki tahap akhir. 

 

Setelah melakukan pengecekan lapangan secara menyeluruh, Tim Wali Kota Akselerasi untuk Pembangunan (TWAP) memastikan bahwa tiga dari empat sekolah yang sebelumnya dianggap berisiko tinggi ternyata masih layak beroperasi tanpa perlu relokasi.

 

Temuan ini menguatkan bahwa sumber persoalan bukan terletak pada posisi bangunan sekolah, tetapi lebih pada kondisi drainase dan karakteristik lahan di sekitarnya.

 

Ketua TWAP, Syaparuddin, menyampaikan bahwa peninjauan dilakukan oleh tim gabungan yang melibatkan Dinas Pendidikan, Dinas PUPR, serta tenaga teknis. 

 

Pemeriksaan dilakukan di sejumlah titik pendidikan yang selama ini sering terdampak banjir maupun indikasi longsor.

 

Empat sekolah yang masuk dalam evaluasi tersebut meliputi SDN 013 dan SMPN 24 di Jalan Pangeran Suryanata, SMPN 27 di Batu Cermin, serta SMPN 48 yang berada berdekatan dengan SDN 003 dan SDN 016 di kawasan Proklamasi, Jalan Gerilya.

 

“Kami meninjau beberapa sekolah di Samarinda, mulai dari SDN 013 dan SMPN 24 di sekitar Jalan Suryanata, SMPN 27 di Batu Cermin, hingga SMPN 48 bersama dua SD di kawasan Proklamasi,” jelasnya.

 

Dari hasil pengecekan, TWAP memastikan bahwa SDN 013 dan SMPN 24 tidak memerlukan relokasi. 

 

Banjir yang terjadi di lingkungan sekolah bukan disebabkan oleh posisi bangunan, melainkan karena saluran utama di kawasan Suryanata tidak berfungsi dengan baik. 

 

Kondisi ini membuat air yang seharusnya mengalir ke hilir justru kembali meluap ke permukiman dan sekolah.

Simak berita dan artikel BorneoFlash lainnya di  Google News

No More Posts Available.

No more pages to load.