DPRD Penajam Paser Utara

Dari ‘Gudang Buku’ Jadi Ruang Baca Kekinian, Perpustakaan PPU Tuai Apresiasi DPRD

lihat foto
Anggota DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Thohiron. Foto: BorneoFlash/IST
Anggota DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Thohiron. Foto: BorneoFlash/IST

BorneoFlash.com, PENAJAM — Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Thohiron, mengapresiasi langkah Dinas Perpustakaan dan Arsip (Dispusip) PPU yang melakukan pembenahan interior ruang baca. Menurutnya, wajah baru perpustakaan kini jauh lebih nyaman dan menarik bagi pengunjung.

“Perpustakaan dan kearsipan harus diapresiasi. Dari segi sarana sudah mulai membaik,” ujar Thohiron, pada Selasa (11/11/2025).

Ia menjelaskan, sebelum renovasi dilakukan, perpustakaan umum daerah cenderung tampak seperti “gudang buku” dengan dominasi warna putih yang monoton. Kondisi itu kini berubah drastis—ruang baca tampil lebih segar, modern, dan menyesuaikan tren desain masa kini.

“Perpustakaan sebagai gedung layanan sudah sangat representatif dan kekinian. Tinggal ditambah layanan digital agar semakin lengkap,” tambahnya.

Thohiron menilai, pembaruan ini mampu meningkatkan minat masyarakat untuk datang dan memanfaatkan fasilitas perpustakaan.

“Dengan gaya baru ini, banyak yang semakin tertarik. Jumlah kunjungannya juga meningkat signifikan,” jelasnya.

Namun, ia mengingatkan agar lonjakan kunjungan juga dibarengi dengan responsivitas petugas dalam mengatur jadwal dan kapasitas kunjungan, terutama saat rombongan sekolah datang.

Perpustakaan PPU Tuai Apresiasi DPRD. Foto: BorneoFlash/IST
Perpustakaan PPU Tuai Apresiasi DPRD. Foto: BorneoFlash/IST

“Misalnya ada tiga sekolah membawa satu kelas sekaligus, mestinya semua ruangan bisa dimaksimalkan. Karena kalau bersamaan, tempat membacanya tidak terlalu besar,” ujarnya.

Meski begitu, Thohiron menilai petugas perpustakaan cukup aktif dalam mengoordinasikan kunjungan sehingga tidak terjadi penumpukan.

“Layanannya bagus, anggotanya banyak, koleksinya mumpuni. Tapi tetap harus ditingkatkan karena perpustakaan tidak boleh berhenti berkembang, supaya masyarakat terus update,” pungkasnya. (*/Adv)

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar