BorneoFlash.com, KUKAR - Sekretaris Daerah (Sekda) Kutai Kartanegara (Kukar), Sunggono, menekankan pentingnya edukasi dan intervensi untuk memastikan ketahanan pangan di seluruh desa. Dalam rapat koordinasi terbaru, ia membahas berbagai langkah strategis untuk menangani desa-desa yang rawan pangan.
“kalau makanan berlebih, bisa disesuaikan atau dialihkan ke tempat lain, misalnya hotel, sehingga tidak ada pemborosan,” ujar Sunggono, pada Selasa (11/11/2025)
Ia menambahkan pentingnya pengelolaan pangan yang tepat.
Ia menjelaskan bahwa salah satu permasalahan yang sering muncul adalah kelebihan pangan di rumah makan akibat pola konsumsi yang kurang tepat. Untuk itu, pihaknya bekerja sama dengan sekolah pangan agar sumber pangan tidak terbuang sia-sia.
Selain itu, kepala desa diberikan edukasi agar lebih terbuka dalam melaporkan kondisi pangan di wilayahnya. Desa rawan pangan dapat terjadi karena beberapa faktor, termasuk ketersediaan pangan yang terbatas, distribusi yang tidak merata, atau minimnya tenaga kesehatan.
“Intervensi akan disesuaikan dengan hasil pemetaan desa. Kalau penyebabnya karena kurang tenaga kesehatan atau distribusi yang tidak lancar, kita akan bantu dengan edukasi, jalur distribusi, atau transportasi,” jelas Sunggono.
Dari pemetaan awal, tercatat ada delapan desa di Kukar yang masuk kategori rentan pangan. “Alhamdulillah ada delapan desa, tapi bukan berarti tidak ada pangan di sana. Beberapa desa bahkan tidak memiliki tenaga kesehatan, yang menjadi salah satu indikator rawan pangan,” tambahnya.
Sekda berharap langkah edukasi dan intervensi ini dapat memastikan semua desa di Kukar memiliki ketahanan pangan yang memadai, sekaligus mencegah pemborosan pangan di rumah makan dan fasilitas umum.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar