BorneoFlash.com, SAMARINDA – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda menargetkan pembangunan terowongan yang menjadi salah satu proyek strategis kota tersebut dapat diselesaikan secara struktur pada akhir tahun 2025.
Proyek ini sempat tertunda akibat longsor yang terjadi pada Mei lalu, namun kini proses pengerjaan telah kembali berjalan sesuai jadwal.
Setelah seluruh pekerjaan fisik selesai, proyek tersebut akan memasuki tahap pengujian keamanan dan kelayakan oleh Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan (KKJTJ) di bawah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) pada tahun 2026.
Pengujian ini akan menentukan apakah terowongan siap difungsikan secara penuh.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Samarinda, Desy Damayanti, menyampaikan bahwa kewenangan pengujian kelayakan berada di tangan pemerintah pusat.
Pihaknya hanya dapat melakukan pemeriksaan internal selama masa konstruksi untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai dengan standar teknis.
“Pengujian utama dilakukan oleh Kementerian PUPR. Kami perlu mengajukan permohonan agar tim dari pusat dapat melakukan penilaian langsung di lapangan. Setelah hasilnya dinyatakan aman dan layak, barulah terowongan ini bisa dioperasikan,” tutur Desy.
Ia menambahkan, sejauh ini Dinas PUPR Samarinda telah melaksanakan sejumlah uji sementara untuk memastikan kualitas struktur dan kesiapan setiap tahapan pembangunan.
Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari pengawasan internal sebelum pengujian resmi oleh pemerintah pusat.
“Kami memastikan pekerjaan konstruksi sesuai spesifikasi. Setelah rampung sepenuhnya, barulah Kementerian PUPR akan melakukan pengujian menyeluruh,” jelasnya.
Desy juga menjelaskan bahwa kendala terbesar proyek ini terjadi pada bagian mulut terowongan yang sempat mengalami longsor beberapa waktu lalu.
Untuk memperkuat stabilitas, dilakukan penambahan panjang pada sisi inlet dan outlet masing-masing sepanjang 72 meter.
“Masalah utama kemarin memang terjadi di area mulut terowongan. Untuk memperkuat struktur, kami tambahkan panjang konstruksi di kedua sisi. Setelah itu, tidak ada hambatan berarti dalam pelaksanaan,” ungkapnya.
Lebih lanjut, pengujian oleh Kementerian PUPR nantinya akan meliputi berbagai aspek, mulai dari kekuatan struktur, sistem drainase, hingga simulasi alur lalu lintas di dalam terowongan.
Desy optimistis seluruh pekerjaan dapat diselesaikan sesuai dengan target waktu yang telah ditetapkan.
“Kami menargetkan seluruh struktur selesai pada akhir 2025 dan berharap proses pengujian kelayakan oleh pemerintah pusat dapat dilaksanakan pada tahun 2026,” pungkasnya.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar