Pelatih asal Slovenia ini juga layak menjadi kandidat kuat pengganti Kluivert. Srecko Katanec memahami karakter sepak bola Asia berkat pengalamannya menangani Uzbekistan dan Irak.
Selama empat tahun melatih Uzbekistan (Agustus 2021–Januari 2025), Katanec mencatat 26 kemenangan, delapan imbang, dan delapan kekalahan dari 42 pertandingan dengan rata-rata 2,05 poin per laga.
Sebelumnya, ia juga pernah menjadi pelatih Irak (2018–2021) dan mencatat 20 kemenangan, 11 imbang, dan enam kekalahan dalam 37 pertandingan. Rekam jejak positif di dua tim Asia itu menjadikannya sosok yang matang dan berpengalaman dalam memimpin tim nasional.
3. Osmar LossOsmar Loss tampil impresif bersama Buriram United di Thailand. Pelatih asal Brasil ini didatangkan pada Juni 2024 dan langsung mempersembahkan empat trofi dalam setahun: Liga Thailand, Piala FA Thailand, Piala Liga Thailand, dan ASEAN Club Championship.
Meskipun belum pernah melatih tim nasional, Loss menunjukkan efektivitas luar biasa di level klub. Dalam 72 pertandingan selama masa kepelatihannya, ia mengantongi 49 kemenangan, 14 seri, dan 9 kekalahan, dengan rata-rata 2,34 poin per pertandingan. Buriram juga tampil produktif, mencetak 183 gol dan hanya kebobolan 66 gol.
Loss juga memiliki hubungan khusus dengan sepak bola Indonesia karena pernah melatih dua pemain timnas saat ini, Shayne Pattynama dan Sandy Walsh, ketika keduanya bermain di Buriram.
4. Bernardo TavaresNama berikutnya adalah Bernardo Tavares, mantan pelatih PSM Makassar asal Portugal. Meskipun memiliki rata-rata poin lebih rendah dibanding tiga nama sebelumnya, Tavares dikenal mampu menjaga performa tim tetap stabil di tengah keterbatasan finansial.
Selama melatih PSM (April 2022–Oktober 2025), ia memimpin 129 pertandingan di semua kompetisi dengan catatan 55 kemenangan, 40 imbang, dan 30 kekalahan, serta rata-rata 1,62 poin per laga.
Di bawah arahannya, PSM berhasil menjuarai Liga 1 2022/2023—gelar yang dinantikan selama 23 tahun. Selain itu, Tavares juga membawa PSM melangkah hingga final Piala AFC zona ASEAN 2022/2023 dan semifinal ASEAN Club Championship 2024/2025.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar