BorneoFlash.com, LIFESTYLE – Ahli Gizi Olahraga lulusan Universitas Oklahoma, Emilia Achmadi, menjelaskan bahwa perbedaan kualitas antara daging sapi lokal dan impor dipengaruhi oleh berbagai faktor penting.
Menurut Emilia, kandungan protein antara keduanya sebenarnya tidak jauh berbeda, namun jumlah lemaknya bisa bervariasi secara signifikan. “Kalau dari sisi protein itu tidak terlalu banyak berbeda, tapi dari jumlah lemaknya bisa saja sangat berbeda,” ujar Emilia.
Ia memaparkan bahwa faktor utama yang mempengaruhi kualitas daging sapi adalah perawatan. Sapi yang dirawat dengan baik akan tumbuh besar dan mencapai berat sekitar 500 kilogram, sehingga dapat menghasilkan daging dalam jumlah banyak. Selain itu, perawatan optimal juga meningkatkan kualitas protein dalam daging sapi.
Faktor berikutnya adalah jenis pakan. Emilia menjelaskan bahwa sapi yang diberi makan rumput segar (grass-fed) memiliki kandungan omega-3 lebih tinggi dibandingkan sapi yang diberi pakan biji-bijian (grain-fed).
“Lemak esensialnya berbeda. Sapi yang makan rumput segar dikenal lebih sehat karena kadar omega-3-nya relatif lebih tinggi,” jelasnya. Ia juga menambahkan bahwa lemak jenuh jenis Conjugated Linoleic Acid (CLA) yang terdapat pada daging tersebut bermanfaat untuk memproduksi energi, terutama bagi individu yang aktif berolahraga.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar