Basuki juga mengingatkan bahwa kopi liberika telah menjadi bagian dari sejarah Sepaku sejak 1981, dan kini kembali menjadi simbol kebangkitan pertanian berkelanjutan di IKN.
Sebagai bentuk apresiasi terhadap para petani lokal, Basuki menyerahkan piagam rekor MURI kepada Asosiasi Petani Kopi Liberika Sepaku (APKLS).
“Rekor ini saya serahkan kepada ‘profesor kopi liberika Sepaku’ sebagai dorongan dan dukungan bagi pengembangan kopi liberika ke depan di Nusantara,” katanya, sambil memberikan penghargaan tersebut kepada Penasihat APKLS, Slamet Prayoga.
Ketua APKLS, Sugiman, turut menyampaikan rasa bangga dan harapannya.
“Kopi liberika ini tangguh, bisa tumbuh di berbagai medan dan bernilai ekonomi tinggi. Bahkan sekarang sudah ada permintaan 20 kontainer biji kopi dari Qatar,” ungkapnya optimistis.

Dengan capaian ini, Otorita IKN meneguhkan komitmennya menjadikan sektor pertanian dan kehutanan sebagai fondasi utama pembangunan Nusantara yang tumbuh bersama alam dan masyarakatnya.
Rekor dunia ini bukan hanya tentang angka, melainkan simbol gotong royong, kemandirian, dan semangat hijau Indonesia yang hidup di jantung Ibu Kota baru. (*/Humas Otorita IKN)






