Berita Kaltim Terkini

Fasilitas Tidak Memadai Bikin Terminal Sungai Kunjang Sepi Penumpang

lihat foto
Operasi gabungan Satpol PP Kaltim, Dishub Kaltim, dan Satlantas Polresta Samarinda menegur sopir bus yang ngetem di Jalan APT Pranoto, Samarinda Seberang, pada Kamis (2/10/2025). Foto: BorneoFlash/Nur Ainunnisa
Operasi gabungan Satpol PP Kaltim, Dishub Kaltim, dan Satlantas Polresta Samarinda menegur sopir bus yang ngetem di Jalan APT Pranoto, Samarinda Seberang, pada Kamis (2/10/2025). Foto: BorneoFlash/Nur Ainunnisa

BorneoFlash.com, SAMARINDATerminal Sungai Kunjang yang dibangun untuk melayani perjalanan antarkota antarprovinsi (AKAP) semakin kehilangan peminat.

Penumpang lebih banyak memilih naik bus dari Jalan APT Pranoto, Samarinda Seberang, yang kini menjadi titik keramaian baru.

Fenomena ini terjadi karena fasilitas di terminal resmi dinilai tidak memadai, sehingga penumpang merasa lebih nyaman menunggu di APT Pranoto.

Lokasi alternatif tersebut dianggap lebih praktis, sekaligus menawarkan kenyamanan yang tidak tersedia di Terminal Sungai Kunjang.

Mistoadi, sopir bus sekaligus Ketua RT di Kelurahan Sungai Keledang, menyebut kondisi terminal resmi jauh dari harapan.

Menurutnya, fasilitas yang kurang lengkap membuat penumpang enggan menunggu lama di sana.

“Di Terminal Sungai Kunjang fasilitas sangat terbatas. Sementara di APT Pranoto tersedia penitipan kendaraan, warung makan, toko kelontong hingga toilet, sehingga penumpang merasa lebih nyaman,” ujarnya, pada Jumat (3/10/2025).

Ia menambahkan, kenyamanan menjadi faktor penentu. Selain lebih praktis, keberadaan warga sekitar yang mendukung juga membuat suasana lebih aman bagi penumpang maupun sopir.


Situasi ini bahkan memengaruhi operasional bus, karena keberangkatan baru bisa dilakukan setelah kuota minimal penumpang terpenuhi.

“Banyak penumpang akhirnya memilih langsung naik dari Jalan APT Pranoto agar bus segera berangkat tanpa menunggu lama,” jelasnya.

Kondisi tersebut turut memunculkan terminal bayangan yang secara operasional lebih diminati, meski melanggar aturan.

Tim gabungan Satpol PP, Dishub Kaltim, dan Dishub Samarinda telah turun ke lapangan untuk menindaklanjuti laporan masyarakat melalui aplikasi Si Pintar mengenai kemacetan dan gangguan lalu lintas akibat aktivitas ini.

Meski demikian, Mistoadi berharap pemerintah tidak hanya melakukan penertiban, tetapi juga memperbaiki fasilitas terminal resmi agar penumpang kembali tertarik.

“Kalau fasilitas diperbaiki, penumpang tentu mau menunggu di terminal resmi. Kenyamanan harus jadi prioritas,” tegasnya.

Ia bahkan menyinggung soal keamanan, dengan menyebut penitipan kendaraan di terminal bayangan meski berbayar, justru lebih terjamin ketimbang di terminal resmi.

“Di terminal resmi, motor kru bus saja pernah hilang. Itu yang membuat orang enggan,” pungkasnya.

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar