BorneoFlash.com, JAKARTA – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan Kementerian Keuangan siap mencairkan tunggakan subsidi dan kompensasi tahun berjalan 2025 pada Oktober.
“Pada Oktober 2025, pembayaran penuh untuk triwulan pertama dan kedua akan dilakukan,” kata Purbaya dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI di Jakarta, Selasa.
Ia menyebutkan, tunggakan yang harus dilunasi mencapai Rp55 triliun. Direktur Jenderal Anggaran Kemenkeu Luky Alfirman membenarkan bahwa angka tersebut merupakan kompensasi untuk triwulan I 2025. Sedangkan nilai triwulan II masih menunggu hasil audit anggaran.
Untuk subsidi rutin, Purbaya memastikan pencairan tetap dilakukan setiap bulan.
Secara keseluruhan, pagu APBN 2025 untuk subsidi dan kompensasi mencapai Rp496,8 triliun, dengan proyeksi realisasi lebih rendah di kisaran Rp479 triliun. Hingga 31 Agustus 2025, realisasi penyaluran baru mencapai Rp218 triliun atau 43,7 persen dari pagu.
“Realisasi hingga Agustus mencakup pembayaran tagihan Januari–Juli serta koreksi dari sisa kurang bayar 2023,” jelas Purbaya.
Ia merinci, realisasi subsidi bahan bakar minyak tertentu (JBT) dan LPG 3 kilogram serta kompensasi BBM dan listrik. Untuk JBT dan LPG 3 kg, realisasi mencapai Rp57,8 triliun atau 53,5 persen dari target Rp108 triliun, terdiri atas Rp57 triliun untuk tahun berjalan dan Rp800 miliar kekurangan bayar tahun sebelumnya.
Kompensasi BBM dibayarkan Rp31,1 triliun untuk menutup kekurangan tahun 2024 sesuai hasil audit BPK. Subsidi listrik terealisasi Rp50,1 triliun atau 55,9 persen dari pagu Rp89,7 triliun, mencakup tagihan Januari–Juli 2025 serta sisa kurang bayar 2023.
Adapun kompensasi listrik mencapai Rp37,5 triliun untuk menutup beban triwulan IV 2024.
Purbaya menegaskan seluruh tagihan 2024 sudah lunas. “Kalau masih ada kekurangan, saya minta Danantara atau BUMN terkait segera melapor agar bisa segera saya selesaikan,” ujarnya. (*/ANTARA)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar