Dishub Kabupaten Mahulu

Bandara Ujoh Bilang Jadi Simbol Transformasi Konektivitas Mahulu, Dishub Pacu Perizinan Operasional 2026

Kepala Dishub Mahulu Fransiskus Xaverius Lawing Bersama Sekretaris Dishub Mahulu, Ferry Anwar Marpaung. Foto: HO/Dishub Mahulu
Kepala Dishub Mahulu Fransiskus Xaverius Lawing Bersama Sekretaris Dishub Mahulu, Ferry Anwar Marpaung. Foto: HO/Dishub Mahulu

BorneoFlash.com, UJOH BILANG — Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) bersiap memasuki babak baru dalam sejarah transportasi dan konektivitas wilayah.

Dinas Perhubungan (Dishub) Mahulu menegaskan komitmennya untuk menuntaskan proses perizinan operasional Bandara Ujoh Bilang pada tahun 2026, menjadikannya pintu gerbang udara pertama yang menghubungkan langsung daerah perbatasan ini dengan kota-kota besar di Kalimantan Timur.

Pembangunan bandara yang berada di jantung Kabupaten Mahulu ini telah memasuki tahap krusial. Runway sepanjang 1.500 meter tengah dikerjakan oleh Dinas PUPR Mahulu, dengan dukungan pendanaan dari APBD Kabupaten dan APBD Provinsi Kalimantan Timur.

Setelah sisi udara rampung, tahap berikutnya adalah penyelesaian fasilitas sisi darat serta penyusunan dokumen teknis perizinan penerbangan.

“Bandara Mahulu adalah proyek strategis yang akan mengubah wajah konektivitas di wilayah ini. Saat ini, sebagian besar fasilitas pendukung telah siap, dan kami menargetkan seluruh proses perizinan selesai pada 2026,” jelas Sekretaris Dishub Mahulu, Ferry Anwar Marpaung, pada Kamis (18/9/2025).

Menurut Ferry, keberadaan bandara ini bukan hanya membuka akses transportasi udara, tetapi juga mempercepat arus logistik, memperkuat pelayanan publik, dan memicu pertumbuhan ekonomi baru di sektor perdagangan, pariwisata, dan investasi daerah.

“Mahulu tidak boleh lagi dipandang sebagai wilayah terisolasi. Bandara ini akan menjadi simbol keterbukaan dan kemajuan daerah,” tegasnya.

Dishub Mahulu saat ini terus berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, serta sejumlah lembaga teknis untuk mempercepat penyusunan dokumen administrasi dan studi kelayakan operasional. Langkah ini menjadi kunci agar pengajuan izin penerbangan sipil dapat dilakukan tepat waktu.

Pemerintah Kabupaten Mahakam Ulu menilai, pembangunan bandara merupakan investasi jangka panjang yang akan memperkuat posisi Mahulu sebagai daerah strategis di perbatasan Kalimantan Timur dan Kalimantan Barat. Dengan perencanaan matang dan dukungan lintas sektor, Bandara Ujoh Bilang diharapkan beroperasi secara penuh dalam dua tahun mendatang.

“Ini bukan sekadar membangun bandara, tapi membangun masa depan Mahulu yang lebih terhubung, inklusif, dan berdaya saing,” tutup Ferry. (*/Adv)

Simak berita dan artikel BorneoFlash lainnya di  Google News

Jangan ketinggalan berita terbaru! Follow Instagram  dan subscribe channel YouTube BorneoFlash Sekarang

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar