Sebagai bentuk dukungan berkelanjutan, PT KPI Unit Balikpapan juga menyerahkan dua unit tempat sampah anorganik kepada sekolah.
Materi edukasi disampaikan secara interaktif oleh Alfiansyah, perwakilan mitra binaan Pelita Borneo 38, melalui diskusi dan video pendek. Ia menjelaskan bahwa sampah anorganik seperti botol plastik, kardus, minyak jelantah, dan kertas duplex masih memiliki nilai ekonomi jika dikelola dengan benar, misalnya melalui daur ulang atau disetorkan ke bank sampah.
Antusiasme siswa terlihat dari keaktifan mereka dalam sesi tanya jawab dan kuis. Salah satu peserta, Marchia, mengaku mendapatkan wawasan baru.
“Saya jadi tahu bahwa beberapa jenis sampah bisa dimanfaatkan kembali, bahkan dijadikan pupuk, bukan langsung dibuang,” ungkapnya.
Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT KPI Unit Balikpapan yang selaras dengan prinsip Environmental, Social & Governance (ESG) serta mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) poin ke-13: Climate Action. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar