Bagus menegaskan bahwa Pemkot Balikpapan tidak bisa sendiri menangani persoalan ini, mengingat kewenangan sebagian infrastruktur berada di bawah pemerintah pusat melalui BWS. Oleh karena itu, koordinasi lintas instansi menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan fungsi bendali.
“Kita ingin bendali ini tetap terawat, karena fungsinya sangat vital, bukan hanya untuk mengendalikan banjir tapi juga potensial sebagai cadangan air baku. Untuk itu, kami meminta dukungan anggaran dari provinsi agar pemeliharaan bisa segera dilakukan,” tegas Bagus.
Upaya ini sejalan dengan strategi Pemkot Balikpapan yang tengah memperkuat ketahanan air dan pengendalian banjir melalui pendekatan kolaboratif antarlevel pemerintahan.
Ke depan, jika pemeliharaan bendali bisa dijalankan secara berkelanjutan, manfaatnya akan dirasakan langsung oleh masyarakat, baik dari sisi mitigasi banjir maupun penyediaan air bersih.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar