Pemprov Kaltim

Pemprov Kaltim Telusuri Dugaan Penurunan Kualitas Beras Premium di Pasaran

lihat foto
Kepala DPPKUKM Kaltim, Heni Purwaningsih. Foto: BorneoFlash/Nur Ainunnisa
Kepala DPPKUKM Kaltim, Heni Purwaningsih. Foto: BorneoFlash/Nur Ainunnisa

BorneoFlash.com, SAMARINDA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (DPPKUKM) bersama Satuan Tugas Pangan Polda Kaltim tengah menelusuri dugaan penurunan kualitas pada beberapa produk beras berlabel premium yang beredar di pasar lokal.

Langkah pengawasan difokuskan di dua kota utama, yakni Samarinda dan Balikpapan, sebagai titik strategis peredaran beras di wilayah Kaltim.

Dari hasil inspeksi awal, ditemukan adanya indikasi bahwa dua merek beras premium tidak sesuai dengan spesifikasi mutu yang tercantum pada label.

Kepala DPPKUKM Kaltim, Heni Purwaningsih, menyampaikan bahwa penyelidikan ini berangkat dari keluhan masyarakat terkait ketidaksesuaian antara mutu beras dengan klaim kualitas serta harga jualnya.

“Kami telah mengintensifkan pemantauan di berbagai jalur distribusi, baik pasar tradisional maupun ritel modern, khususnya di wilayah Samarinda dan Balikpapan,”ujar Heni.

Dalam prosesnya, sejumlah sampel beras dari berbagai merek telah dikumpulkan dan kini tengah menjalani pengujian di laboratorium.

Heni mengatakan, pihaknya belum dapat menyampaikan hasil rinci karena proses analisis masih berlangsung.

“Kami akan menyampaikan hasil secara terbuka dalam waktu dekat setelah uji laboratorium selesai dilakukan. Untuk sementara, kami belum dapat mengungkap merek yang dimaksud,”jelasnya.


Pengujian laboratorium difokuskan pada evaluasi kualitas beras, terutama terhadap kemungkinan adanya pencampuran beras premium dengan jenis medium tanpa penjelasan dalam kemasan.

Meskipun tidak membahayakan kesehatan, praktik seperti ini dianggap merugikan konsumen secara ekonomi.

“Ketika konsumen membayar dengan harga premium, maka produsen wajib menyediakan produk yang sesuai dengan standar tersebut. Ini menyangkut transparansi dan etika dalam berusaha,”tegas Heni.

Sementara itu, dari informasi yang dihimpun oleh Satgas Pangan Polda Kaltim, sejumlah merek yang saat ini tengah dalam proses uji antara lain Raja Platinum, Pandan Wangi, Bondy, Sania, Sip, Rojo Lele, Tiga Mangga Manalagi, dan Berlian Batu Mulia.

Dua merek yang menjadi perhatian khusus adalah Rambutan Premium dan Mawar Sejati Premium, yang berdasarkan temuan awal, menunjukkan indikasi ketidaksesuaian mutu.

Apabila hasil pengujian membuktikan adanya pelanggaran, DPPKUKM menegaskan akan menindaklanjuti dengan langkah tegas, termasuk kemungkinan penarikan produk dari peredaran, seperti yang pernah dilakukan pada kasus serupa di masa lalu.

Terkait kekhawatiran masyarakat mengenai isu beras plastik yang sempat beredar di media sosial, DPPKUKM memastikan bahwa hingga saat ini belum ditemukan bukti keberadaan beras plastik di wilayah Kalimantan Timur.

Meski demikian, pengawasan tetap ditingkatkan, dan masyarakat diminta untuk proaktif melaporkan bila menemukan indikasi kecurangan dalam distribusi produk beras. (*)

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar