BorneoFlash.com, JAKARTA -
Kepala
Kantor
Komunikasi
Kepresidenan
(PCO), Hasan
Nasbi
,menegaskan
bahwa
imbauan
Menteri
Pelindungan
Pekerja
Migran
Indonesia (P2MI), Abdul Kadir
Karding
,terkait
anjuran
mencari
kerja
diluar
negeri
bertujuan
memperluas
pilihan
bagi
para
pencari
kerja
Indonesia.
Hasan
meminta
masyarakat
tidak
menafsirkan
imbauan
tersebut
sebagai
indikasi
bahwa
Indonesia
kekurangan
lapangan
kerja
didalam
negeri.
“
Ini
bukan
hal
yang
dikotomis
.Bukan
karena
tidak
ada
pekerjaan
didalam
negeri,
lalu
kita
harus
keluar
negeri.
Tapi
ini
soal
opsi
—dan
dalam
era
globalisasi
,ketika
konektivitas
antarnegara
makin
terbuka
,banyak
peluang
kerja
diluar
negeri yang
sayang
jika
kita
lewatkan
,”
ujar
Hasan
saat
konferensi
pers di Kantor PCO RI, Jakarta,
Selasa
.Hasan
menjelaskan
bahwa
tenaga
kerja
Indonesia
kini
menjadi
bagian
dari
pasar
tenaga
kerja
global.
Iamengajak
publik
memandang
pilihan
bekerja
diluar
negeri
sebagaimana
mereka
mempertimbangkan
lokasi
untuk
menempuh
pendidikan
tinggi
.“Jadi, kami
melihat
ini
sebagai
perluasan
pilihan
.Seperti
halnya
kuliah
, orang
bisa
memilih
kampus
didalam
negeri
atau
luar
negeri.
Begitu
juga
dengan
pekerjaan
.Ini
bukan
karena
kita
kekurangan
lapangan
kerja
didalam
negeri,”
lanjutnya
.Hasan juga
memaparkan
bahwa
Indonesia
berhasil
menciptakan
3,6
juta
lapangan
kerja
baru
dalam
periode
Februari
2024
hingga
Februari
2025.
“
Peluang
kerja
didalam
negeri
tetap
ada
.Namun
,pilihan
untuk
bekerja
diluar
negeri juga
menarik
dan
sah-sah
saja
.Budaya
merantau
sudah
mengakar
dalam
kehidupan
kita
.Justru
ini
kesempatan
baik
,apalagi
banyak
negara
kini
kekurangan
tenaga
kerja
,”
jelas
Hasan.
Ia
meyakini
bahwa
kondisi
kekurangan
tenaga
kerja
dibanyak
negara
membuka
peluang
emas
bagi
pekerja
Indonesia.
“
Kalau
kita
bekerja
diluar
negeri,
keterampilan
kita
bisa
meningkat
,jejaring
kita
bisa
meluas
.Saat
kembali
ketanah
air,
kita
membawa
nilai
tambah
dan
berpotensi
memberi
kontribusi
positif
bagi
bangsa
dan negara,”
pungkas
Hasan
Nasbi
.(*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar