E-Paper BorneoFlash.com

Headline E-Paper BorneoFlash, Edisi Senin 30 Juni 2025: Presiden Prabowo dan PM Anwar Ibrahim Bahas Perbatasan hingga Krisis Timur Tengah

lihat foto
Headline E-Paper BorneoFlash Edisi Senin 30 Juni 2025
Headline E-Paper BorneoFlash Edisi Senin 30 Juni 2025.

BorneoFlash.com, JAKARTA – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menerima kunjungan resmi Perdana Menteri Malaysia Dato' Seri Anwar Ibrahim di Istana Merdeka, Jakarta, pada Jumat (27/6/2025).

Dalam pertemuan bilateral tersebut yang dilansir dari laman Detikcom, keduanya membahas sejumlah isu strategis, mulai dari sengketa perbatasan, kerja sama ekonomi, hingga konflik di Timur Tengah.

Anwar Ibrahim tiba di Indonesia melalui Bandara Halim Perdanakusuma dan langsung disambut oleh Presiden Prabowo. Keduanya kemudian bertolak bersama ke Istana Merdeka menggunakan kendaraan yang sama, memperlihatkan keakraban hubungan pribadi maupun diplomatik.

“Pak Anwar bukan hanya sahabat saya, tapi sahabat seluruh rakyat Indonesia,” ujar Prabowo usai pertemuan, seraya menekankan bahwa hubungan antara kedua negara telah lama terjalin erat.

Bahas Konflik Global: Iran–Israel hingga Palestina

Dalam pertemuan tersebut, Prabowo dan Anwar juga membahas perkembangan terbaru di kawasan Timur Tengah, khususnya konflik antara Iran dan Israel, serta tragedi kemanusiaan yang terjadi di Gaza.

“Kami menyambut baik gencatan senjata antara Israel dan Iran, dan berharap perdamaian ini bisa berlanjut,” kata Prabowo.

Keduanya menegaskan pentingnya penyelesaian damai atas konflik tersebut dan menyerukan dukungan terhadap kemerdekaan Palestina melalui solusi dua negara (two-state solution).

“Kita tetap mendukung kemerdekaan Palestina. Hanya solusi dua negara yang dapat mengakhiri konflik ini,” tegas Prabowo.

“Kami mengecam kebiadaban Israel yang telah menyebabkan genosida di Gaza,” tambah Anwar. Ia juga menyatakan dukungannya atas hak Iran membela martabat negaranya.


Anwar menyebut bahwa meskipun Malaysia menghormati tindakan balasan Iran terhadap Israel, ia tetap sejalan dengan pandangan Prabowo untuk mengupayakan solusi damai menyeluruh di kawasan.

Sengketa Perbatasan dan Kesepakatan Joint Development Ambalat

Isu perbatasan juga menjadi salah satu pembahasan utama dalam pertemuan ini. Salah satu titik krusial yang dibahas adalah Blok Ambalat, wilayah di perairan Sulawesi yang selama ini menjadi sumber sengketa antara kedua negara.

Prabowo menyampaikan bahwa meskipun penyelesaian secara hukum masih membutuhkan waktu, Indonesia dan Malaysia sepakat untuk mulai mengelola potensi ekonomi secara bersama melalui skema joint development.

“Kita sepakat, sambil menyelesaikan aspek hukum, kita mulai kerja sama ekonomi melalui pengelolaan bersama Blok Ambalat,” ujar Prabowo.

Anwar Ibrahim pun menyambut baik gagasan tersebut. Ia menilai kerja sama ekonomi bisa menjadi jalan tengah yang produktif sambil menunggu penyelesaian teknis dari aspek hukum.

“Jika dari sisi hukum masih buntu, maka tidak ada salahnya kita percepat kerja sama ekonomi, termasuk melalui Joint Development Authority,” ucap Anwar.

Simbol Kedekatan Dua Bangsa

Pertemuan ini memperkuat sinyal kedekatan strategis antara Indonesia dan Malaysia, baik dalam hal diplomasi kawasan maupun kebijakan global. Kedua pemimpin juga menunjukkan sinergi dalam menghadapi isu-isu besar yang berdampak terhadap stabilitas regional dan dunia.

“Kami memiliki pandangan yang hampir sama dalam banyak hal, baik dalam isu bilateral, regional, maupun global,” ujar Prabowo.

Kunjungan Anwar Ibrahim ini merupakan salah satu bagian dari upaya mempererat hubungan bilateral dan memperkuat kerja sama lintas sektor antara dua negara serumpun di Asia Tenggara. (*)

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar