BorneoFlash.com, SENDAWAR – Personel Polsek Jempang, Polres Kutai Barat, bersama PT Lonsum terus menunjukkan komitmen dalam mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional (Hanpangan).
Salah satu wujud nyata komitmen tersebut adalah dengan melakukan pemantauan rutin lahan tanaman jagung di area perkebunan PT Lonsum, Kecamatan Jempang, Senin (23/6/2025).
Kegiatan ini dilaksanakan oleh Bripda Irwandi, bersama dua rekannya, Bripda Ari dan Ahmad Ropiq, yang secara berkala melakukan pengecekan perkembangan tanaman jagung pasca penanaman. Program penanaman jagung sendiri dimulai pada Mei lalu dan saat ini sedang memasuki fase pertumbuhan awal.
Kapolsek Jempang, AKP Sunarto, S.H., mengatakan bahwa kerja sama antara kepolisian dan pihak perusahaan, khususnya di sektor perkebunan, merupakan bentuk sinergi nyata dalam upaya menjaga ketahanan pangan.
“Perusahaan perkebunan seperti PT Lonsum wajib menyisihkan sebagian lahan untuk mendukung program ketahanan pangan, khususnya komoditas jagung. Dari total lahan sekitar 2 hektare, saat ini sudah tertanam sekitar 0,17 hektare, sementara sisanya masih dalam tahap penggemburan dan persiapan tanam,” jelas AKP Sunarto.
Selain bekerja sama dengan perusahaan, pihak kepolisian juga menggandeng kelompok tani (Gapoktan) untuk bersama-sama mendorong budidaya jagung dengan pendekatan pemilihan benih unggul guna meningkatkan hasil panen.
“Kami juga mengajak masyarakat untuk memanfaatkan lahan kosong dengan menanam tanaman pangan, terutama jagung. Polsek siap mendampingi, termasuk memberikan bantuan bibit,” imbuhnya.
Menurutnya, dukungan terhadap program ketahanan pangan tidak sebatas seremonial, melainkan akan dilakukan secara berkelanjutan melalui program kemitraan bersama kelompok tani, pemerintah desa, dan pelaku usaha.
Sementara itu, Sarjan, Ketua Teknis Penanaman Jagung PT Lonsum, mengapresiasi dukungan aktif dari jajaran Polsek Jempang.
“Kami berterima kasih atas dukungan dan pemantauan rutin dari pihak kepolisian. Hal ini sangat membantu kelancaran proses tanam dan pemeliharaan tanaman jagung. Saat ini kami juga sedang melakukan penggemburan untuk memperluas area tanam agar target 2 hektare segera tercapai,” tuturnya.
Sarjan juga menambahkan, tantangan utama dalam budidaya jagung di wilayah tersebut adalah kondisi tanah yang memiliki kadar asam tinggi serta faktor cuaca yang tidak menentu. Oleh karena itu, pengelolaan lahan secara serius sangat diperlukan agar tanaman jagung dapat tumbuh optimal.
Dengan kolaborasi aktif antara kepolisian, perusahaan, dan masyarakat, program penanaman jagung ini diharapkan dapat menjadi model sinergi sektor pertanian yang mendukung ketahanan pangan secara berkelanjutan di wilayah Kutai Barat. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar