Berita Kaltim Terkini

Kesenjangan Pendidikan di Pedalaman Kaltim, Pemerintah Diminta Hadir Lebih Nyata

lihat foto
Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kaltim, Rahmat Ramadhan. Foto: BorneoFlash/Nur Ainunnisa
Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kaltim, Rahmat Ramadhan. Foto: BorneoFlash/Nur Ainunnisa

BorneoFlash.com, SAMARINDA – Ketimpangan akses dan kualitas pendidikan antara wilayah kota dan pedalaman di Kalimantan Timur (Kaltim) masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi pemerintah daerah.

Meski berbagai program telah digulirkan, kesenjangan masih tampak nyata di lapangan.

Pendidikan di kawasan pedalaman Kaltim menghadapi sejumlah hambatan, mulai dari keterbatasan infrastruktur sekolah, minimnya fasilitas penunjang, hingga kekurangan guru yang bersedia ditugaskan ke daerah-daerah terisolasi.

Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran akan tumbuhnya generasi yang tidak mendapatkan hak pendidikan secara setara.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kaltim, Rahmat Ramadhan, menyatakan bahwa pemenuhan hak pendidikan anak-anak di pelosok merupakan tanggung jawab kolektif yang tidak boleh diabaikan.

Ia menekankan pentingnya membangun sistem pendidikan yang adil dan inklusif.

“Masalahnya bukan sekadar membangun gedung sekolah. Yang lebih penting adalah memastikan kualitas pengajaran, ketersediaan guru yang kompeten, dan lingkungan belajar yang sehat dan mendukung, di mana pun lokasinya,”ujar Rahmat.


Rahmat juga menyoroti pentingnya peran pemerintah dalam menjamin kehadiran negara hingga ke pelosok, terutama dalam sektor pendidikan yang menjadi fondasi pembangunan jangka panjang.

Menurutnya, visi Kalimantan Timur sebagai wilayah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN) harus diimbangi dengan kesiapan sumber daya manusia dari seluruh penjuru provinsi.

“Kita tidak bisa bicara soal masa depan jika hari ini anak-anak kita masih kesulitan mengeja huruf karena kekurangan guru atau belajar di ruang kelas yang nyaris roboh,”tegasnya.

Pendidikan, kata Rahmat, tidak boleh menjadi hak istimewa anak-anak kota saja, pemerataan harus menjadi semangat utama agar pembangunan yang sedang digaungkan benar-benar menyentuh semua lapisan masyarakat, termasuk mereka yang hidup jauh dari pusat pemerintahan.

Di tengah transformasi besar yang tengah berlangsung di Kaltim sebagai wilayah strategis nasional, pemerintah daerah dihadapkan pada kebutuhan mendesak untuk menghapus sekat-sekat ketimpangan, khususnya dalam sektor pendidikan dasar dan menengah.

“Kalau kita ingin Kaltim maju secara merata, maka kita harus mulai dari ruang-ruang kelas yang hari ini masih sunyi di pedalaman. Di situlah masa depan kita sebenarnya disemai,”pungkasnya. (*)

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar