Pemprov Kaltim

Balikpapan Dilanda Kelangkaan BBM, Gubernur Kaltim Jelaskan Sumber Masalahnya

lihat foto
Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas'ud. Foto: BorneoFlash/Nur Ainunnisa

BorneoFlash.com, SAMARINDA - Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di Kota Balikpapan sempat membuat masyarakat resah dalam beberapa pekan terakhir. Kondisi ini terasa janggal mengingat Balikpapan dikenal luas sebagai kota minyak dan pusat industri energi di Kalimantan Timur (Kaltim).

Antrian panjang di sejumlah SPBU dan keterbatasan pasokan Pertalite maupun Pertamax menjadi pemandangan sehari-hari.

Menanggapi keresahan publik, Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, akhirnya angkat bicara untuk menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi di balik krisis pasokan tersebut.

Menurutnya, kelangkaan bukan disebabkan oleh kosongnya stok BBM, melainkan karena gangguan teknis terkait kualitas bahan bakar yang diimpor.

"Balikpapan kemarin pada saat langka, sebenarnya kargonya sudah masuk, hanya saja kualitasnya itu off-spec. Jadi kalau off-spec itu maka perlu proses lagi supaya dia bisa on-spec,"jelas Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud.

Ia menerangkan bahwa bensin—termasuk jenis Pertalite dan Pertamax—masih diimpor untuk memenuhi kebutuhan nasional. Sebelum didistribusikan ke SPBU, BBM tersebut harus melalui pemeriksaan kualitas (Quality Control) oleh pihak Pertamina.


Apabila mutu bahan bakar tidak memenuhi standar, maka distribusi otomatis tertunda hingga proses penyempurnaan selesai.

Untuk mengatasi keterlambatan pasokan, distribusi sempat dialihkan dari wilayah lain seperti Kota Baru dan Banjarmasin.

Namun, pengiriman dari daerah luar memerlukan waktu tambahan hingga 24 jam, yang memperpanjang proses pemulihan distribusi di Balikpapan.

Gubernur Rudy memastikan bahwa situasi kini telah terkendali dan pasokan BBM sudah kembali normal.

"Kami pastikan saat ini distribusi BBM di Balikpapan sudah kembali normal. Pemprov akan terus mengawal agar kejadian seperti ini tidak terulang,"tegas Rudy.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) bersama Pertamina berkomitmen untuk memperketat pengawasan distribusi agar pasokan BBM tetap stabil dan masyarakat tidak kembali mengalami kelangkaan serupa di masa mendatang. (*)

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar