TP-PKK Kota Balikpapan

Ketua TP PKK Balikpapan: Gempur Stunting untuk Wujudkan Generasi Sehat dan Emas 2045

lihat foto
Ketua Tim Penggerak PKK Kota Balikpapan, Hj. Nurlena Mas'ud saat peluncuran program Gempur Stunting di Taman Bekapai Balikpapan, pada hari Minggu (25/5/2025). Foto: BorneoFlash/Niken Sulastri
Ketua Tim Penggerak PKK Kota Balikpapan, Hj. Nurlena Mas'ud saat peluncuran program Gempur Stunting di Taman Bekapai Balikpapan, pada hari Minggu (25/5/2025). Foto: BorneoFlash/Niken Sulastri

BorneoFlash.com, BALIKPAPAN - Ketua Tim Penggerak PKK Kota Balikpapan, Hj. Nurlena Mas'ud, menegaskan pentingnya kolaborasi seluruh elemen masyarakat dalam upaya menurunkan angka stunting yang masih berada di angka 21,6 persen.

Melalui program “Gempur Stunting,” PKK bersama Dinas Kesehatan dan para kader di lapangan terus melakukan intervensi dan edukasi menyeluruh kepada masyarakat.

“Harapan kami bukan hanya ibunya saja yang sehat, tapi anak-anak juga harus tumbuh sehat. Kita semua harus giat bersama untuk memajukan Kota Balikpapan,” ujarnya saat peluncuran program Gempur Stunting, di Taman Bekapai Balikpapan, pada hari Minggu (25/5/2025).

Peluncuran program Gempur Stunting di Taman Bekapai Balikpapan, pada hari Minggu (25/5/2025). Foto: BorneoFlash/Niken Sulastri
Peluncuran program Gempur Stunting di Taman Bekapai Balikpapan, pada hari Minggu (25/5/2025). Foto: BorneoFlash/Niken Sulastri

Menurut Nurlena, upaya pencegahan stunting telah dilakukan melalui pemberian edukasi pola asuh kepada orang tua, serta pemberian asupan vitamin dan pil penambah darah bagi remaja, khususnya perempuan, sejak usia sekolah dasar dan menengah.

“Kami sudah turun langsung ke sekolah-sekolah SD dan SMP, memberikan pil penambah darah kepada remaja. Tapi ini tidak cukup hanya diberikan, harus didampingi agar benar-benar diminum. Banyak yang menolak karena belum paham manfaatnya,” jelasnya.


Nurlena menambahkan bahwa banyak remaja putri saat ini memiliki kadar hemoglobin (HB) yang rendah, di bawah angka ideal 12.

“Sebagian besar masih berada di angka 10. Ini perlu kita tingkatkan, karena dari usia remaja inilah kita mulai menyiapkan mereka agar kelak mampu melahirkan generasi yang sehat dan bebas dari stunting,” katanya.

Ia juga menekankan bahwa stunting bukan sekadar persoalan pertumbuhan fisik yang terhambat, melainkan menyangkut masa depan anak-anak, termasuk risiko perkembangan kognitif, kesehatan jangka panjang, hingga potensi ekonomi.

“Menurunkan stunting adalah bentuk investasi jangka panjang untuk kualitas sumber daya manusia Kota Balikpapan. Apalagi pada tahun 2045 kita ingin mewujudkan generasi emas Indonesia,” ujarnya penuh semangat.

Peluncuran program Gempur Stunting di Taman Bekapai Balikpapan, pada hari Minggu (25/5/2025). Foto: BorneoFlash/Niken Sulastri
Peluncuran program Gempur Stunting di Taman Bekapai Balikpapan, pada hari Minggu (25/5/2025). Foto: BorneoFlash/Niken Sulastri

Program Gempur Stunting atau Gerakan Bersama Posyandu Berantas Stunting merupakan gerakan berbasis komunitas yang melibatkan berbagai pihak, seperti posyandu, tenaga kesehatan, masyarakat, dan pemerintah. Fokus utamanya antara lain Gerakan 100% Balita Ditimbang, serta inisiatif RT sebagai Orang Tua Asuh Balita.

“Kita juga dorong kelas ‘Ibu Pintar’ untuk memberikan edukasi dan pelatihan bagi orang tua, agar lebih memahami pentingnya gizi dan pemantauan kesehatan anak. Karena kalau bukan dari kita, siapa lagi yang akan mencerdaskan anak bangsa?” pungkas Hj. Nurlena Mas’ud. (*)

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar