BorneoFlash.com, NEW DELHI/ISLAMABAD — Ketegangan antara India dan Pakistan kembali memuncak setelah India meluncurkan serangan rudal ke wilayah Pakistan pada Rabu (7/5/2025) dini hari waktu setempat.
Sebagai balasan, militer Pakistan menembak jatuh lima jet tempur milik India dalam aksi saling serang yang memicu kekhawatiran internasional.
Menurut Angkatan Bersenjata Pakistan, terdapat enam titik yang menjadi sasaran serangan India, meskipun sejumlah sumber menyebutkan jumlah target mencapai sembilan lokasi. Pemerintah Pakistan menyebut serangan tersebut sebagai tindakan agresi militer yang menyeret kedua negara bersenjata nuklir ke ambang konflik besar.
“Pakistan memiliki hak untuk merespons tindakan perang yang dimulai oleh India, dan kami telah memberikan tanggapan yang sepadan,” tegas Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif, seperti dikutip dari Al Jazeera.
Potensi Konflik Skala BesarDalam pernyataan resmi, Kementerian Luar Negeri Pakistan menuding India melakukan tindakan gegabah yang memperburuk ketegangan regional.
“Aksi militer India telah membawa kedua negara yang memiliki persenjataan nuklir ini semakin dekat ke konflik besar,” bunyi pernyataan tersebut.
Saat ini, Pakistan memiliki sekitar 170 senjata nuklir, sementara India memiliki sekitar 180. Kedua negara sebelumnya pernah melakukan uji coba nuklir dan kini tengah memperkuat kemampuan persenjataannya.
Korban Tewas MeningkatLaporan terbaru menyebutkan sebanyak 43 orang tewas dalam aksi saling tembak menggunakan artileri berat di sepanjang perbatasan.
Pakistan melaporkan 31 warga sipil tewas akibat serangan India.
India menyatakan 12 orang tewas akibat penembakan oleh pasukan Pakistan.
WNI Dipastikan Aman
Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia memastikan tidak ada warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban dalam konflik ini.
“Hingga saat ini, tidak ada WNI yang menjadi korban,” kata Judha Nugraha, Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kementerian Luar Negeri RI, dalam pernyataan resminya, Rabu (7/5/2025).
Reaksi InternasionalKomunitas internasional menyatakan keprihatinan mendalam atas eskalasi militer ini.
China menyerukan kedua pihak untuk menahan diri dan menghindari tindakan yang dapat memperburuk situasi.
“India dan Pakistan adalah tetangga. Kami mendesak keduanya untuk tetap tenang, bertindak demi kepentingan bersama, dan tidak memperumit keadaan,” ujar juru bicara Kemlu China.
Indonesia juga menyerukan agar konflik diselesaikan melalui jalur damai.
“Indonesia mendorong kedua pihak menahan diri dan mengedepankan dialog,” demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri RI.
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyatakan kesiapannya untuk membantu menurunkan eskalasi dan mencegah pecahnya perang terbuka.
Usai melancarkan Operasi Sindoor, India menggelar latihan pertahanan sipil (hansip) di seluruh wilayahnya. Menurut laporan CNN, latihan ini digelar di 244 lokasi, melibatkan tim tanggap bencana, pelajar, dan warga sipil.
Latihan tersebut meliputi simulasi sirene darurat, evakuasi massal, hingga prosedur darurat jika terjadi pemadaman listrik. (
*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar