Lebih lanjut, ia menekankan bahwa posisi geografis Kalimantan Timur yang berada dalam jalur strategis Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II memberi keuntungan besar bagi penguatan ekonomi wilayah.
Oleh karena itu, transformasi ekonomi berbasis hilirisasi harus menjadi prioritas utama agar tidak terus bergantung pada sumber daya alam yang tidak terbarukan seperti batubara, minyak, dan gas.
“Kita harus bergerak menuju ekonomi berkelanjutan melalui pembangunan sektor hilir,” ujarnya dengan penuh keyakinan.
Ia juga menyoroti potensi besar sektor perkebunan yang dimiliki Kaltim.
Menurutnya, pemanfaatan sumber daya lokal harus dilakukan secara bijak dengan tetap memperhatikan aspek keberlanjutan lingkungan.
“Pembangunan yang kita dorong harus bersifat inklusif. Masyarakat harus merasakan dampak positif dan dilibatkan secara aktif dalam proses pembangunan,” pungkasnya.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar