Pemkot Samarinda

Pemkot Samarinda Ambil Langkah Strategis untuk Kendalikan Harga Cabai dan Inflasi

lihat foto
Asisten II Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Samarinda, Marnabas Patiroy. Foto: BorneoFlash/Nur Ainunnisa
Asisten II Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Samarinda, Marnabas Patiroy. Foto: BorneoFlash/Nur Ainunnisa

BorneoFlash.com, SAMARINDA – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda mengambil langkah cepat dan strategis untuk menanggulangi lonjakan harga cabai yang sempat mencapai Rp100.000 per kilogram pada akhir Februari lalu.

Asisten II Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Samarinda, Marnabas Patiroy, mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan intervensi pasar guna menstabilkan harga serta menjaga daya beli masyarakat.

“Untuk menstabilkan harga, kami telah mendatangkan 3 pasokan cabai dari Sulawesi, yang bertujuan untuk memperbanyak ketersediaan cabai di pasar lokal. Selain itu, kami juga menjalin kerja sama dengan petani lokal melalui Dinas Ketahanan Pangan guna menyerap hasil panen mereka,” ujar Marnabas.

Langkah tersebut memungkinkan pemerintah untuk membeli cabai dengan harga Rp85.000 per kilogram dan menjualnya kembali kepada masyarakat dengan harga Rp65.000 per kilogram.

“Ini adalah bentuk intervensi yang kami lakukan. Apabila harga sudah kembali normal, kami akan menghentikan langkah ini untuk menghindari terjadinya deflasi,” jelasnya pada Senin (10/3/2025).

Marnabas menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara inflasi dan deflasi.


Menurutnya, inflasi yang terlalu tinggi akan menambah beban masyarakat, sementara deflasi justru bisa merugikan pelaku usaha dan menghambat pertumbuhan ekonomi.

“Oleh karena itu, pemerintah berperan untuk menjaga stabilitas harga demi kelancaran perekonomian,” kata Marnabas.

Ia juga mengungkapkan bahwa pertumbuhan ekonomi Samarinda saat ini tercatat sebesar 8%, lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata nasional.

Hal ini mencerminkan kekuatan perekonomian Kota Samarinda, meskipun tetap dibutuhkan upaya berkelanjutan untuk menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat.

Lebih lanjut, pemerintah mengimbau masyarakat agar tidak terjebak dalam perilaku panic buying dan hanya membeli bahan pokok sesuai kebutuhan.

“Belilah barang sesuai dengan kebutuhan. Jangan sampai karena panik, kita membeli berlebihan yang akhirnya akan merugikan diri sendiri maupun orang lain,” pesan Marnabas.

Dengan upaya intervensi yang telah dilaksanakan, diharapkan harga cabai dan bahan pokok lainnya di Samarinda dapat kembali stabil, sehingga inflasi dapat terkendali dan perekonomian kota tetap dapat tumbuh dengan baik.

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar