Sebenarnya sensor otomatis itu sangat membantu masyarakat yang lupa untuk menekan tombol menyeberang tersebut. Hanya saja, sensor itu terkadang salah dalam mendeteksi.
Apalagi bila angin berhembus kencang alat bantu menyeberang itu juga terkadang aktif sendiri. "Kami evaluasi, apakah akan tetap diterapkan sensor atau manual," terangnya.
Edo juga berharap kesadaran masyarakat saat berkendara, ketika lampu lalu lintas di alat bantu penyeberangan berwarna merah, maka sedang ada warga yang menyeberang, sehingga pengendara berhenti.
"Masih ada ditemukan pengendara tidak berhenti, seharusnya warga itu memahami bila ada penyeberangan untuk memperlambat laju kendaraannya dan berhenti bila ada yang menyeberang jalan," tegasnya.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar