BorneoFlash.com, BALIKPAPAN - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Balikpapan belum dapat menetapkan tarif untuk layanan Sarana Umum Massal (Saum) Balikpapan City Trans (BCT) karena saat ini masih dalam proses penyusunan Surat Keputusan (SK) yang diperlukan.
Kepala Dishub Kota Balikpapan, Adward Skenda Putra mengatakan pihaknya masih mengajukan SK ke Bagian Hukum Sekretariat Daerah Kota Balikpapan.
"Setelah SK terbit, baru kami bisa menetapkan tarif. Kami targetkan paling lambat Februari, bertepatan dengan ulang tahun Kota Balikpapan," jelas Adward Skenda Putra, atau yang akrab disapa Edo, pada media, Selasa (7/1/2025).
Sambil menunggu SK, Dishub Balikpapan melakukan sosialisasi kepada pengguna BCT agar mengisi kartu elektronik yang dimilikinya minimal Rp 10 ribu.
"Saat ini, tarif belum diberlakukan, jadi layanan masih gratis untuk bulan Januari. Namun, kami mendapat bocoran bahwa tarif nantinya akan dikenakan Rp 4.500, baik untuk jarak dekat maupun jauh," ujar Edo.
Selain itu, tarif untuk pelajar dan lansia akan berbeda dengan tarif umum. Rencananya, tarif untuk pelajar adalah Rp 2.000. "Kami masih berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan, karena kewenangan tarif ada di pusat," tambahnya.
Dishub Balikpapan juga berencana mengajukan tambahan armada dan penambahan koridor, khususnya untuk rute dari Balikpapan Selatan ke Balikpapan Timur, serta dari Batu Ampar ke Km 23 di Balikpapan Utara dan Batu Ampar menuju Kampung Baru di Balikpapan Barat.
"Kita akan usulkan kepada kementerian perhubungan terkait penambahan armada, koridor dan tarif pelajar maupun lansia. Saat ini masih menjadi kewenangan kementerian perhubungan," akunya.
Saat ini, layanan BCT hanya memiliki dua koridor, yaitu Koridor A dan B, meskipun perencanaan enam koridor baru, sudah dalam pembahasan diawal. Namun, penambahan armada dan koridor diperkirakan belum dapat terealisasi pada tahun 2025 mengingat proses pembiayaan yang masih berada di Kementerian Perhubungan.
"Kami bisa mewujudkan tambahan koridor tersebut ditahun 2027, apabila kemampuan keuangan daerah memungkinkan," jelas Edo.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar