BorneoFlash.com, BALIKPAPAN - Financial Expo digelar dalam rangka Bulan Inklusi Keuangan 2024. Tahun 2024, pelaksanaan berlangsung di Kota Balikpapan tepatnya di Atrium Pentacity Mall Balikpapan Super Block (BSB) pada tanggal 3-6 Oktober 2024.
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan, Mahendra Siregar mengatakan bahwa kegiatan ini terlaksana, karena ingin menyampaikan komitmen, untuk memperluas jangkauan dan meningkatkan literasi inklusi keuangan di luar Pulau, dengan ke luar sentral-sentral pertumbuhan yang selama ini menjadi basis pertumbuhan ekonomi indonesia, ke pusat-pusat pertumbuhan baru, seperti di Kalimantan Timur (Kaltim).
Hal ini dalam rangka memajukan dan meningkatkan pertumbuhan perekonomian di Kaltim maupun Kalimantan secara umum.
"Kita tentu tau persis bahwa hal ini adalah merupakan komitmen sekaligus juga respon yang tepat bagi kita, kalau mau mendukung keberlanjutan pertumbuhan ekonomi nasional kedepan untuk mencapai Indonesia emas 2045, dengan sumber-sumber pertumbuhan baru, kekuatan daerah yang semakin meningkat dan tidak hanya berbasis kepada kegiatan aktivitas pertumbuhan ekonomi di Jawa," jelasnya saat memberikan sambutan pada kick off Bulan Inklusi Keuangan di Atrium Pentacity Mall, pada hari Sabtu (5/10/2024).
Mahendra menyebutkan bahwa inklusi literasi menjadi sangat penting sebenarnya, karena itulah yang akan menjadi basis bagi kita dalam perkembangan ekonomi kedepan.
Lanjut Mahendra, Kaltim mempunyai keunikan sendiri, bahwa secara nasional diperbankan tingkat pertumbuhan kredit berada sekitar 11,4% dan Dana Pihak Ketiga (DPK) sekitar 7,1% sehingga ada peningkatan deposit rasio.
Di Kaltim tingkat pertumbuhan kredit kalau dilihat dari perbankan yang berkantor pusat di Kaltim adalah sekitar 5%, tetapi kalau pertumbuhan kredit perbankan yg berada di Kalimantan Timur itu sekitar 7,4% tapi DPK naik di atas 10%. "Jadi ini daerah yang LDR terus turun bukan naik, artinya pertumbuhan besar, penyaluran alokasi kredit harus lebih besar. Ini menjadi tantangan bagus," ungkapnya.
Selain itu juga, kegiatan ini berkaitan dengan persiapan akselerasi Ibu Kota Nusantara, untuk menumbuhkan aktivitas luar biasa. Pihaknya ingin mendorong berdirinya IKN Finance Center sehingga ada keunikan sebagai bentuk komitmen semua secara nasional, sehingga bukan hanya pusat-pusat pertumbuhannya saja, akan tetapi model bisnisnya, model pertumbuhannya pun ikut berkembang.
"Ini harus kita dorong terus, karena dengan begitu kita benar-benar meletakkan pondasi yang kuat untuk pertumbuhan berkelanjutan sampai 25 tahun ke depan," katanya.
Mahendra mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang mendukung bulan inklusi keuangan. Ini sebagai komitmen kita ke depan bahwa jasa keuangan mempunyai komitmen penuh, untuk peningkatan pertumbuhan perekonomian di sektor jasa keuangan."Kita harus berada di depan untuk menumbuhkan ekonomi bagaimana langkah, arah dan gerak," ujarnya.
Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Perlindungan Konsumen Otoritas Jasa Keuangan, Friderica Widyasari Dewi mengajak para pembuat keputusan di seluruh pelaku Jasa Keuangan untuk bersama-sama tidak hanya mengedepankan penjualan, tetapi juga mengedepankan faktor edukasi.
"Bagaimana kita bisa memberikan pencerahan kepada masyarakat sesuai dengan tujuan kita, untuk memberikan kemudahan akses dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," tuturnya.
Untuk itu, dirinya menggugah bapak ibu semua supaya bersama-sama meramu program edukasi di setiap daerah, supaya semua daerah rata mendapatkan perhatian, mendapatkan program akses literasi dan inklusi yang bertanggung jawab, sehingga tidak ada daerah yang belum mendapatkan program literasi.
"Di tengah era teknologi saat ini berbagai kemudahan teknologi sangat memudahkan masyarakat tetapi juga ada resiko yang harus kita hadapi. Bagaimana masyarakat ini bisa terekspos dengan berbagai tawaran investasi ilegal, produk keuangan ilegal yang sangat membahayakan dan mengganggu kita semua. Mari kita bersama-sama di perusahaan harus mengedepankan tanggung jawab kita secara sosial kepada masyarakat," serunya.
Bulan Inklusi Keuangan merupakan salah satu wujud implementasi Gerakan Nasional Cerdas Keuangan atau Gencarkan yang telah dicanangkan pada bulan Agustus lalu dan diharapkan dapat mendorong mencapai target diskusi keuangan sebesar 98% di tahun 2045.
Bulan inklusi keuangan dilaksanakan di 158 kabupaten kota dengan total 341 kegiatan yang didukung oleh seluruh kantor OJK. "Bagaimana kita masukkan gerakan nasional cerdas keuangan menuju masyarakat Indonesia yang semakin sejahtera dan produktif dan bagaimana kita bersama-sama bahu membahu, untuk mewujudkan ini semua dengan kerjasama yang baik antara kita semua," pungkasnya.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar