Pemkot Balikpapan

Wali Kota Canangkan PIN Polio di Kota Balikpapan

lihat foto
Pelaksanaan Imunisasi polio tetes yang berlangsung di Posyandu Menur 1 Griya Waskita, Kelurahan Damai Kecamatan Balikpapan Selatan, pada hari Selasa (23/7/2024). Foto: BorneoFlash/Niken Sulastri
Pelaksanaan Imunisasi polio tetes yang berlangsung di Posyandu Menur 1 Griya Waskita, Kelurahan Damai Kecamatan Balikpapan Selatan, pada hari Selasa (23/7/2024). Foto: BorneoFlash/Niken Sulastri

BorneoFlash.com, BALIKPAPAN - Wali Kota Balikpapan H. Rahmad Mas'ud melakukan pencanangan Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio di Kota Balikpapan.

Pencanangan terpusat di Posyandu Menur 1 Griya Waskita, Kelurahan Damai Kecamatan Balikpapan Selatan, pada hari Selasa (23/7/2024).

Dihadiri Pangdam VI/Mulawarman, Mayjen TNI Tri Budi Utomo beserta Ketua Persit Kartika Chandra Kirana, Rahma Tri Budi Utomo; Bunda Paud Kota Balikpapan, Hj Nurlena Mas'ud, perwakilan Forkopimda serta tamu undangan lainnya.

Wali Kota memberikan apresiasi PIN Polio diselenggarakan di Kota Balikpapan. Imunisasi polio ini sangat penting bagi anak-anak usia 0-7 tahun.

"Ini menjadi salah satu hak anak yaitu hak anak untuk tumbuh dan berkembang secara sehat, termasuk melindungi dari ancaman penyakit polio yang menyerang sistem kekebalan tubuh anak-anak kita," jelasnya.

Rahmad menyampaikan bahwa ini sebagai bentuk ikhtiar untuk menjadikan anak-anak Kota Balikpapan, menjadi generasi unggul di Indonesia emas Tahun 2045.

"Program dari pemerintah pusat mencanangkan bahwa tahun 2045 adalah tahun emas bagi anak kita. Mudah-mudahan melalui momentum yang sangat luar biasa ini menjadi bagian usaha kita untuk mencerdaskan anak kita kedepannya," ucapnya.

Pelaksanaan Imunisasi polio tetes yang berlangsung di Posyandu Menur 1 Griya Waskita, Kelurahan Damai Kecamatan Balikpapan Selatan, pada hari Selasa (23/7/2024). Foto: BorneoFlash/Niken Sulastri
Pelaksanaan Imunisasi polio tetes yang berlangsung di Posyandu Menur 1 Griya Waskita, Kelurahan Damai Kecamatan Balikpapan Selatan, pada hari Selasa (23/7/2024). Foto: BorneoFlash/Niken Sulastri

Ia mengucapkan terima kasih atas dukungan dan partisipasi yang diberikan, sehingga kegiatan ini dapat terselenggara dengan baik, karena tidak hanya memberikan imunisasi polio tetapi juga memberikan bantuan super Kurban atau daging Kurban yang sudah dikemas dalam kaleng sebagai makanan tambahan bagi keluarga yang beresiko stunting yaitu kepada balita kurang gizi, ibu hamil maupun ibu menyusui. Bantuan diberikan dari rumah zakat.

"Tolong dijaga anak-anak kita. Saya yakin Balikpapan tidak kurang gizi, tetapi kalau ada sesuatu terkait kesehatan, silahkan datang ke puskesmas yang ada di wilayah masing-masing, kalau nanti membutuhkan pertolongan lebih lanjut akan dirujuk ke rumah sakit di Kota Balikpapan," ucapnya.


Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan, Alwiati mengatakan sasaran PIN Polio sebanyak 93. 979 anak yang berusia 0-7 tahun. Pemberian imunisasi polio tetes sebanyak dua kali secara gratis. Jarak pemberian dosis satu ke dosis kedua adalah dua minggu. "Pemberian dosis kedua imunisasi polio pada bulan Agustus 2024," katanya.

Dalam pelaksanaan pemberian imunisasi polio, akan melibatkan klinik swasta, kader, rumah sakit maupun 1.688 posyandu di Kota Balikpapan. Bagi anak-anak yang belum datang ke puskesmas maupun posyandu, petugas akan mendatangi ke rumah-rumah. "Jangan sampai ada yang tidak mau divaksin karena ini akan menjadi penularan disitu," sebutnya.

Paparan virus polio ini dapat menular, yang bisa menyebabkan kelumpuhan dan juga kesulitan dalam bernafas sehingga mengakibatkan kematian. "Kita harus melakukan pencegahan. Virus polio masuk ke tubuh melalui mulut dalam air atau makanan yang terkontaminasi dengan kotoran manusia yang tertular polio," ujarnya.

Gejala umum jika anak tertular polio berupa kehilangan reflek atau tiba-tiba lumpuh tidak bisa bergerak, nyeri otot dan terkulai, tentunya hal ini tidak diinginkan terjadi pada anak-anak di Kota Balikpapan. "Polio merupakan penyakit menular yang bisa dicegah dengan imunisasi," imbuhnya.

Pada tahun ini, penyakit polio menjadi kejadian luar biasa yang terjadi di beberapa daerah di Indonesia, mulai dari Aceh, Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah serta Papua. Provinsi ini sangat mudah menuju ke Kota Balikpapan, sehingga Kota Balikpapan menjadi salah satu sasaran yang harus dilakukan vaksinasi ulang polio.

Hingga saat ini, Balikpapan belum ada yang terpapar polio. Tapi Balikpapan merupakan daerah yang beresiko, karena orang yang datang ke Balikpapan banyak sekali. Sementara daerah yang sudah terjangkit sering kali ke Balikpapan.

Pelaksanaan Imunisasi polio tetes yang berlangsung di Posyandu Menur 1 Griya Waskita, Kelurahan Damai Kecamatan Balikpapan Selatan, pada hari Selasa (23/7/2024). Foto: BorneoFlash/Niken Sulastri
Pelaksanaan Imunisasi polio tetes yang berlangsung di Posyandu Menur 1 Griya Waskita, Kelurahan Damai Kecamatan Balikpapan Selatan, pada hari Selasa (23/7/2024). Foto: BorneoFlash/Niken Sulastri

"Kita dari sekarang sudah antisipasi. Target kita harus mencapai 95 persen sasaran yang sudah melakukan imunisasi, dalam waktu dua minggu, terhitung mulai hari ini hingga tanggal 15 Agustus 2024," katanya.

Kegiatan ini dirangkai dengan Hari Anak Nasional (HAN). Diharapkan kegiatan ini sebagai upaya untuk melakukan percepatan penurunan stunting. Mengingat saat ini, angka stunting di Kota Balikpapan berjumlah 21,6 persen. "Kita berupaya keras melakukan upaya untuk menurunkan angka stunting di Kota Balikpapan," terangnya.

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar