Sejarah Islam

Ramadan atau Ramadhan? Berikut Penulisan yang Benar dan Keutamaan Bulan yang Penuh Ampunan Allah SWT

lihat foto
Ilustrasi. Foto: IST
Ilustrasi. Foto: IST
  1. Bulan Penebus Dosa

Keutamaan selanjutnya adalan bulan penebus dosa. Dijelaskan dalam salah satu hadits, bahwa barang siapa yang berpuasa di bulan Ramadan maka akan diampuni dosa-dosanya hingga datangnya bulan Ramadan berikutnya.

Rasulullah SAW bersabda:

اَلصَّلَوَاتُ الْخَمْسُ وَالْجُمْعَةُ إلَى الْجُمْعَةِ وَرَمَضَاُن إلَى رَمَضَانَ مُكَفِّرَاةٌ مَا بَيْنَهُنَّ إذَاجْتَنَبَ اْلكَبَائِرَ

Artinya: Jarak antara shalat lima waktu, shalat Jumat dengan Jumat berikutnya dan puasa Ramadhan dengan Ramadhan berikutnya merupakan penebus dosa-dosa yang ada diantaranya, apabila tidak melakukan dosa besar (HR Muslim).

  1. Bulan Penuh Pahala

Dalam hadits-hadits yang diriwayatkan oleh Nabi Muhammad SAW, disebutkan bahwa siapa pun yang memberi makan kepada orang yang berpuasa akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sendiri. Ini menunjukkan bahwa Allah SWT akan memberikan keberkahan dan pahala yang besar untuk perbuatan baik seperti memberi makanan kepada orang yang berpuasa.

Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ فَطَرَ صَائِمًا كُتِبَ لَهُ مِثْلُ أجْرِ الصَّا ئِمِ لَا يَنْقُصَ مِنْ أجْرِ الصَّائِمِ شَيْئٌ

Artinya: Barangsiapa memberi perbukaan (makanan atau minuman) kepada orang yang berpuasa, maka dia akan mendapat pahala seperti pahala orang yang berpuasa itu, tanpa mengurangi sedikitpun pahala orang yang berpuasa tersebut (HR Ahmad).

  1. Bulan Bersedekah

Keutamaan lain dari bulan Ramadan adalah bulan yang paling mulia untuk bersedekah. Hal itu diterangkan dalam salah satu hadits riwayat Tirmidzi.

أيُّ الصَّدَقَةِ أفْضَلُ؟ قَالَ صَدَقَةٌ فَيْ رَمَضَانَ

Artinya: Rasulullah SAW pernah ditanya, "Sedekah apakah yang paling mulia?" Beliau menjawab: "Yaitu sedekah di bulan Ramadhan" (HR Tirmidzi).

  1. Bulan Penuh Syafaat

Orang-orang yang berpuasa dan membaca Al-Qur'an pada malam Ramadan akan mendapatkan syafaat kelak di hari kiamat. Sebagaimana hadits yang diriwayatkan kepada Ahmad

Rasulullah SAW bersabda:

اَلصُّيَامُ وَاْلقُرْآنُ يَشْفَعَانِ لِلْعَبْدِ يَوْمَ اْلقِيَامَةِ يَقُوْلُ اَلصِّيَامُ أيْ رَبِّ مَنَعْتُهُُ الطَّعَامَ وَالشَّهَوَاتَ بِالنَّهَارِ فَشَفِّعْنِى فَيْهِ وَيَقُوْلُ اْلقُرْآنُ مَنَعْتُهُ النَّوْمَ بِالَّيْلِ فَشَفِّعْنِي فِيْهِ قَالَ فَيُشَفِّعَانِ

Artinya: Puasa dan Al-Qur'an akan memberikan syafaat seorang hamba pada hari kiamat.

Puasa berkata: "Ya Rabbi, aku mencegahnya dari makan dan minum di siang hari"

Al-Qur'an juga berkata: "Aku mencegahnya dari tidur di malam hari, maka kami mohon syafaat buat dia."

Beliau bersabda: "Maka keduanya dibolehkan memberi syafaat (HR Ahmad).

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar