BorneoFlash.com, BALIKPAPAN - Untuk lebih cepat memantau pengaduan para pelanggan, Perumda Tirta Manuntung Balikpapan (PTMB) mengoptimalkan pelayanan pengaduan berbasis digital.
Pelayanan ini memonitor aduan masyarakat dalam kurun waktu 24 jam, yang mana laporan aduan masuk langsung segera ditindaklanjuti. Layanan pengaduan ini berupa WhatsApp maupun Website.
Aplikasi terbaru dari PTMB dilihat langsung oleh Wali Kota Balikpapan H Rahmad Mas'ud, di Kantor PTMB, yang beralamat di Jalan Ruhui Rahayu, pada hari Sabtu (10/2/2024).
"Inovasi ini untuk melayani masyarakat bahwa pemerintah benar-benar siap melayani," jelas Rahmad kepada media.
Atas inisiasi yang dilakukan PTMB, Rahmad memberikan apresiasi atas inovasi terbaru PTMB, sehingga adanya aplikasi ini lebih cepat ditangani ketika ada keluhan dari masyarakat. "Ini inovasi yang bagus," katanya.
Walaupun terkadang masyarakat harus bisa memaklumi jika memang ada kendala yang terjadi pada saat pendistribusian air.
Dengan aplikasi ini dapat terpantau pengaduan pelayanan salah satunya pada bulan februari 2024 aduan yang masuk mencapai 286 laporan dan 176 laporan sudah diselesaikan.
"Pengaduan ini bisa mengetahui daerah mana dan titiknya di daerah mana. Saya minta juga aplikasi itu akan disimpan di handphone saya, sehingga saya juga mengetahui aduan yang masuk," ujarnya.
Direktur Utama PTMB, Yudi Saharuddin mengatakan aplikasi pengaduan pelanggan ini akan terus dipantau selama 24 jam. Laporan yang masuk akan ditinjau langsung oleh petugas lapangan sesuai dengan titik lokasi aduan yang dicantumkan, untuk dilakukan perbaikan.
"Perbaikan bisa langsung ditangani dalam waktu cepat tetapi kalau pengaduan butuh penanganan besar akan ada tindaklanjuti lagi. Kebanyakan aduan yang masuk lebih banyak karena air mati. Bukan karena teknis tapi pembatasan pengambilan air di waduk," paparnya.
Jika ada aduan seperti itu, berasal dari pelanggan yang berada di dataran tinggi sehingga sulit mendapatkan air, maka solusi yang dilakukan dengan mengantarkan air tangki.
"Saya bilang kepada semua warga, sama RT. Kita bijak menghadapi persoalan ini, karena permasalahan air bukan karena pengolahan tapi dari ketersedian air baku," sebutnya.
Yudi berharap kerja sama SPAM Regional antar tiga daerah ini dapat segera terwujud, sehingga kebutuhan air baku di Kota Balikpapan dapat terpenuhi.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar