BorneoFlash.com, KESEHATAN - Gula darah tinggi, atau hiperglikemia, adalah kondisi di mana terjadi penumpukan glukosa di dalam darah.
Ketika tidak diatasi dengan segera, kondisi ini dapat berbahaya untuk kesehatan, seperti penyakit jantung dan kebutaan.
Gejala hiperglikemia yang kerap muncul, yakni lebih sering buang air kecil, merasa sangat haus, pandangan kabur, dan tubuh yang lemas atau lelah.
Untuk lebih jelasnya, ketahui gejala gula darah tinggi berikut ini.
Gejala Gula darah tinggiGula darah tinggi umumnya dialami oleh penderita diabetes. Ada beberapa faktor yang dapat menjadi penyebab gula darah tinggi, seperti aktivitas fisik, masalah kesehatan tertentu, dan konsumsi obat tertentu.
Dilansir BorneoFlash.com dari WebMD, ada beberapa gejala gula darah tinggi yang kerap dialami, seperti:
Merasa sangat haus
Mengalami sakit kepala
Mengalami kesulitan konsentrasi
Memiliki pandangan yang kabur
Lebih sering buang air kecil
Merasa lelah dan lemas
Mengalami penurunan berat badan
Memiliki kadar gula darah lebih dari 180 miligram per desiliter (mg/dL)
Dilansir BorneoFlash.com dari Mayo Clinic, gejala gula darah tinggi kerap tidak muncul ketika kadar glukosa masih di bawah 180 mg/dL.
Gejala gula darah tinggi umumnya akan berkembang secara perlahan dalam beberapa hati atau beberapa minggu.
Ketika tidak segera diatasi, kondisi ini dapat menyebabkan masalah kesehatan yang lebih serius. Beberapa masalah kesehatan yang akan dialami karena gula darah tinggi, seperti:
Infeksi vagina dan kulit
Penyembuhan luka dan nyeri yang lebih lama
Penglihatan yang semakin memburuk
Kerusakan saraf yang memicu rasa sakit, dingin, atau kaki yang tidak sensitif, dan disfungsi ereksi, serta kerontokan rambut di kaki dan tangan
Gangguan perut dan usus, seperti sembelit kronis atau diare
Kerusakan mata, pembuluh darah, atau ginjal
Kadar gula darah tinggi juga dapat menyebabkan ketoasidosis diabetik yang merupakan kondisi gawat darurat yang mengancam nyawa.
Kondisi ini terjadi ketika tubuh tidak dapat memproses glukosa sehingga lever atau hati memproduksi keton sebagai sumber energi.
Kadar insulin yang rendah yang disertai dengan jumlah keton yang tinggi dapat membuat darah menjadi asam. Beberapa gejala ketoasidosis diabetik yang kerap muncul, seperti:
Merasa tidak nyaman di area perut dan muntah
Kehilangan cairan secara berlebihan atau dehidrasi
Nyeri perut
Napas berbau aseton
Kesulitan bernapas
Irama denyut jantung meningkat
Kebingungan
Pingsan atau kehilangan kesadaran
Kondisi ini perlu segera diatasi secara medis. Pasalnya, ketoasidosis diabetik yang dibiarkan akan menyebabkan koma atau kematian.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar