PT Pertamina Hulu Indonesia

PT PHI dan SKK Migas Pantau Fabrikasi Anjungan, Gelar Seremoni Pemotongan Besi Pertama di Proyek Sisi Nubi AOI 

lihat foto
Kegiatan MWT dan seremoni dihadiri oleh Wakil Kepala SKK Migas Nanang Abdul Manaf dan Direktur Utama PHI John Anis beserta jajaran. Foto: HO/PT PHI.
Kegiatan MWT dan seremoni dihadiri oleh Wakil Kepala SKK Migas Nanang Abdul Manaf dan Direktur Utama PHI John Anis beserta jajaran. Foto: HO/PT PHI.
“Di setiap proyek baru di hulu migas pasti ada ekosistem baru yang tercipta. Ada mitra kerja baru, ada kontraktor baru, bahkan lapangan kerja baru yang artinya menciptakan multiplier effect dimana semuanya berujung pada kepentingan bangsa dan negara,” katanya menjelaskan.

Nanang sangat mengapresiasi kinerja PHI dan PHM dalam pengelolaan WK Mahakam. Meski sudah beroperasi lebih dari 50 tahun, WK ini tetap mampu membuktikan eksistensinya dengan mempertahankan bahkan meningkatkan produksinya di tengah tantangan laju penurunan alamiah dari lapangan-lapangan yang sudah mature.

Di akhir sambutan, Nanang mengingatkan pentingnya keselamatan kerja sebagai prioritas dan pilar utama dalam menuju kesuksesan operasional di lapangan.

“Tidak ada artinya keberhasilan pengeboran dan penyelesaian proyek jika terjadi fatalitas yang membahayakan pekerja. Keselamatan kerja ini harus menjadi hal yang paling utama dalam menjalankan tugas, khususnya bagi pekerja di lapangan. Kerja kita masif dan agresif untuk mencapai target, namun unsur safety jangan pernah dikesampingkan,” kata Nanang.

Volume pengerjaan anjungan SNB AOI sangat tinggi dimana memerlukan sekitar tujuh juta jam kerja dan melibatkan kurang lebih 2.000 tenaga kerja hingga saat puncaknya di akhir tahun 2024 nanti.

Kegiatan MWT dan seremoni dihadiri oleh Wakil Kepala SKK Migas Nanang Abdul Manaf dan Direktur Utama PHI John Anis beserta jajaran. Foto: HO/PT PHI.
Kegiatan MWT dan seremoni dihadiri oleh Wakil Kepala SKK Migas Nanang Abdul Manaf dan Direktur Utama PHI John Anis beserta jajaran. Foto: HO/PT PHI.

Salah satu keunggulan anjungan SNB AOI ini adalah menggunakan desain ultra-minimalist platform dengan berat yang paling ringan (kurang lebih 350 ton) dibandingkan jenis anjungan-anjungan terdahulu.

Selain itu, anjungan SNB AOI menggunakan teknologi baru di Indonesia terkait struktur jacket, yaitu Suction Pile Foundation (SPF) dan panel surya sebagai salah satu sumber daya. (*)

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar