Nanang sangat mengapresiasi kinerja PHI dan PHM dalam pengelolaan WK Mahakam. Meski sudah beroperasi lebih dari 50 tahun, WK ini tetap mampu membuktikan eksistensinya dengan mempertahankan bahkan meningkatkan produksinya di tengah tantangan laju penurunan alamiah dari lapangan-lapangan yang sudah mature.
Di akhir sambutan, Nanang mengingatkan pentingnya keselamatan kerja sebagai prioritas dan pilar utama dalam menuju kesuksesan operasional di lapangan.
“Tidak ada artinya keberhasilan pengeboran dan penyelesaian proyek jika terjadi fatalitas yang membahayakan pekerja. Keselamatan kerja ini harus menjadi hal yang paling utama dalam menjalankan tugas, khususnya bagi pekerja di lapangan. Kerja kita masif dan agresif untuk mencapai target, namun unsur safety jangan pernah dikesampingkan,” kata Nanang.
Volume pengerjaan anjungan SNB AOI sangat tinggi dimana memerlukan sekitar tujuh juta jam kerja dan melibatkan kurang lebih 2.000 tenaga kerja hingga saat puncaknya di akhir tahun 2024 nanti.
Salah satu keunggulan anjungan SNB AOI ini adalah menggunakan desain ultra-minimalist platform dengan berat yang paling ringan (kurang lebih 350 ton) dibandingkan jenis anjungan-anjungan terdahulu.
Selain itu, anjungan SNB AOI menggunakan teknologi baru di Indonesia terkait struktur jacket, yaitu Suction Pile Foundation (SPF) dan panel surya sebagai salah satu sumber daya. (*)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar