“Kita semua harus berkomitmen agar proyek ini dapat berjalan dengan lancar, dengan tetap mengutamakan keselamatan kerja dan zero fatality (nihil fatalitas, Red.),” kata John menambahkan.
Pada kesempatan ini, John memberikan apresiasi dan ungkapan terima kasih setinggi-tingginya kepada seluruh pihak, di antaranya, SKK Migas, Kementerian ESDM, pelaksana proyek, dan para pemangku kepentingan terkait lainnya.
Sementara itu, Wakil Kepala SKK Migas Nanang Abdul Manaf menyampaikan bahwa seremoni pemotongan besi pertama Proyek SNB AOI ini merupakan wujud nyata perkembangan proyek dan komitmen PHM dalam mendukung target produksi migas nasional pada 2030, yaitu produksi minyak satu juta barel per hari dan gas bumi sebesar 12 miliar standar kaki kubik per hari.
Pengembangan lapangan-lapangan gas seperti SNB AOI menjadi tulang punggung untuk mendukung kebijakan transisi energi nasional.
“Kegiatan hulu migas adalah salah satu kegiatan negara yang bertujuan menyediakan energi yang terjangkau bagi masyarakat luas. SKK Migas bertugas memastikan bahwa energi yang disediakan oleh negara, terutama minyak dan gas, dapat menyuplai kebutuhan seluruh masyarakat Indonesia,” ucap Nanang.
Kegiatan hulu migas, lanjut Nanang, merupakan kegiatan yang menghasilkan manfaat berganda (multiplier effect).
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar