Kedua objek terang tersebut akan terlihat segera setelah Matahari terbenam, dan jarak di antara keduanya akan sempurna untuk diteropong. Kontras warna juga akan membuat keduanya mengesankan secara visual, dengan cahaya Bulan tampak keperakan di samping warna kuning khas planet bercincin tersebut.
2 Oktober - Cincin Api di LangitPengamat langit yang beruntung di belahan Bumi barat akan disuguhi gerhana Matahari kedua di tahun 2024. Jalur cincin api atau gerhana cincin sebagian besar melintasi Samudera Pasifik sehingga membatasi jarak pandang dari daratan ke beberapa lokasi.
Penampakan pertama gerhana tahunan dari daratan akan terjadi di Pulau Paskah yang indah pada pukul 14:07 waktu setempat. Penduduk di sana akan menyaksikan annularitas yang mengesankan selama 6 menit 23 detik, bagian maksimum gerhana saat Bulan berada di depan piringan Matahari, meninggalkan cincin sinar Matahari di sekitar tepinya.
Fenomena ini terjadi saat Bulan berada lebih jauh dari Bumi dibandingkan saat gerhana Matahari total, sehingga tampak lebih kecil di langit.
Gerhana kemudian akan menyapu seluruh bagian selatan Chili dan dengan cepat berpindah dari pegunungan Andes ke Argentina. Sementara itu, gerhana Matahari sebagian akan terlihat oleh jutaan pengamat di sebagian besar wilayah selatan Amerika Selatan.
4 Desember - Venus dan Bulan Sabit BerdekatanDua objek paling terang setelah Matahari, Bulan dan Venus, tampak bersanding di langit sore hari. Keduanya akan cukup dekat untuk bisa dilihat bersama melalui teropong.
Daya tarik tambahannya, Venus akan tampak sebagai versi miniatur Bulan seperempat melalui teleskop kecil. Yang perlu kalian lakukan untuk menikmati keselarasan langit adalah mencari Bulan tepat setelah Matahari terbenam pada tanggal 4 Desember.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar