BorneoFlash.com, BALIKPAPAN - Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Tri Budi Utomo melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) ke Yonif Raider 600/Modang, pada hari Rabu (27/9/2023).
Kedatangan Pangdam VI/Mulawarman bersama Ketua Persit Kartika Chandra Kirana (KCK), Ny. Rahma Tri Budi Utomo disambut hangat oleh Komandan Yonif (Danyon) Raider 600/Modang, Mayor Inf Karuniawan Hanif Ariddho bersama Ketua Persit KCK Cabang XII Yonif Raider 600/Modang, Ny. Emma Hanif Ariddho serta seluruh prajurit Yonif Raider 600/Modang dan Persit KCK Cabang XII Yonif Raider 600/Modang.
Berbagai macam tarian ditampilkan prajurit Yonif Raider 600/Modang mulai dari tarian yang dibawakan anak-anak prajurit hingga ibu-ibu Persit KCK Cabang XII Yonif Raider 600/Modang.
Atraksi para prajurit dari masing-masing kompi menambah meriah suasana dalam menyambut Pangdam VI/Mulawarman, salah satunya atraksi pembebasan sandera, atraksi bela diri serta atraksi dengan alat yang dimiliki.
Ada Pula stand masing-masing kompi beserta alat kelengkapannya turut ditampilkan, mulai dari stand kompi senapan A, stand kompi senapan B, stand kompi senapan C, stand kompi bantuan dan stand kompi markas.
Dalam kesempatan itu, Pangdam VI/Mulawarman mengatakan kunjungan ini merupakan kunjungan dinas, karena selama satu tahun lebih Danyon baru balik dari Papua.
"Ini kesempatan yang baik untuk kita bisa meninjau satuannya, meskipun satuan sudah sering kita gunakan dalam kegiatan-kegiatan," jelasnya kepada awak media.
Danyon yang baru kembali dari papua bersama prajurit, sebagai kesempatan Pangdam VI/Mulawarman untuk melihat prajurit sekaligus memberikan motivasi untuk kegiatan kedepan.
"Bagaimana kegiatan yang nanti kedepan akan kita laksanakan, khususnya pengamanan VVIP dalam hal ini Presiden RI ke IKN," ungkapnya.
Terkait Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista) yang ditampilkan, Pangdam VI/Mulawarman mengatakan Alutsista yang ada di Yonif Raider 600/Modang lebih baik dari satuan lainnya, contohnya senjata Yonif Raider 600/Modang mempunyai lima jenis senjata yang berbeda-beda dibandingkan satuan yang ada di Kodam hanya memiliki sniper.
Termasuk, kemampuan dari satuan ini masih terasah dengan baik, contohnya saat melakukan pembebasan sandera dengan strategi yang baik.
"Dengan adanya alat yang ada, bagaimana dia menembak mortir yang dilakukan dan tepat sasaran berarti mereka sudah terlatih dengan alutsista yang dimiliki oleh mereka," ujarnya.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar