BorneoFlash.com, BEKASI - Baru-baru ini publik dihebohkan dengan peristiwa pembunuhan sadis, Mega Suryani Dewi (MSD) menjadi korban dari 'keganasan' suaminya sendiri, yakni Nando (25).
Peristiwa tersebut terjadi di rumah tempat tinggal yang mereka kontrak, di Jalan Cikedokan, Desa Sukadanau, Kecamatan Cikarang Barat, Bekasi.
Wanita berusia 24 itu meninggal dunia pada Kamis (7/9/2023), miris jasadnya baru ditemukan dua hari kemudian, Sabtu (9/9/2023) oleh ibu kandungnya.
Jasadnya pun dibiarkan terbengkalai selama dua hari di atas kasur oleh sang suami keji Nando yang setelah itu menyerahkan diri ke Polsek Cikarang Barat dan mengakui semua perbuatannya.
Aksi kejam Nando tersebut pun dilakukan di depan anak-anak mereka yang masih balita.
Terkini, pelaku telah mendekam di Polres Metro Bekasi, sementara jasad Mega sudah dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk diautopsi.
Sosok MSDSemasa hidup, Mega Suryani Dewi (MSD) begitu dikenal baik oleh orang-orang terdekatnya. Seperti hal yang diungkapkan oleh sahabat Mega, Thami.
Dalam akun TikTok Thaminanasha28 mengurai dan seolah membuktikan kebaikan mendiang Mega semasa hidup, ia adalah senior di kantor Thami bekerja.
Selama bekerja bersama Mega, Thami mengaku senang dan selalu bersemangat karena diajari dengan baik oleh seniornya tersebut.
"Ya baik banget kan aku waktu di silky dia (Mega) ngajarin aku bgt selama kerja," ucap Thami di akunnya, dilansir BorneoFlash.com dari TribunnewsBogor, Senin (11/9/2023).
Mendiang Mega Suryani Dewi juga punya karir mentereng, tampak dari profil LinkedIn miliknya yang mencantumkan beberapa perusahaan besar sebagai tempatnya bekerja dulu dan sekarang.
Menjabat sebagai Beauty Advisor, Mega pernah bekerja di PT Orang Tua Group, PT Arina Multikarya, dan PT Social Bella Indonesia.
Ia juga menuliskan banyak keahliannya seperti public speaking, customer servise, hingga negosiasi.
Walaupun memiliki dua anak, Mega tak melupakan karirnya, sejak tahun 2019 ia telah berkecimpung di bidang kecantikan.
Curhatan Korban Sebelum TewasTak cuma mengurai kebaikan Mega, Thami juga menceritakan curhatan terakhir korban,
Curhatan tersebut tentang sikap suaminya, Nando yang tak baik.
Rupanya sebelum kejadian pembunuhan pada Kamis lalu, Mega pernah mendapatkan perlakuan kasar lainnya yang membuat Mega sampai pernah melaporkan suaminya ke polisi.
Namun pelaporan tersebut tidak diproses, Mega bercerita kepada Thami bahwa laporannya terhadap sang suami diabaikan.
"Sebelumnya dia (korban) curhat sama aku katanya gak ada yg bantuin dia. Sudah dilaporin polisi jg klo duit gak ada gak direspon. Udah bolak balik visum nyatanya gak ada action apapun bahkan udh bayar keluar duit, semua udah dilakuin," kata Thami.
Thami pernah memberikan saran agar Mega berpisah dari suaminya, namun saran tak berhasil dan Mega memilih untuk memaafkan Nando.
"Sudah diberikan solusi untuk berpisah. Tapi nyatanya masih mau maafin tersangka. Terus kita org lain bisa apa udah nasehatin bantu kasih jalan dll untuk berpisah," kata Thami.
Hingga akhirnya, Mega tewas di tangan suaminya dengan cara sangat kejam,
Jasad Mega pertama kali ditemukan oleh ibunya pada Sabtu sekira pukul 01.30 WIB.
Kala itu sang ibu sudah melihat anaknya tergeletak kaku di kasur.
Diduga saat mayat korban ditemukan, suaminya sudah membersihkan darah bekas aksi sadisnya di kontrakan.
"Darah di mana-mana gitu enggak ada, sebelumnya memang sudah dibersihin sama suaminya, sepertinya," kata Muki, pemilik kontrakan korban.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar