BorneoFlash.com, BALIKPAPAN - Untuk menekan angka stunting di Indonesia, khususnya di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) berbagai strategi dalam semua sektor digalakkan.
Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Dr (H.C) dr Hasto Wardoyo mengatakan provinsi Kaltim telah menjalankan strategi dengan mengarahkan semua sektor seperti TNI, Polri, Perusahaan termasuk Baznas untuk dijadikan bapak asuh anak stunting.
"Skenario ini sudah jalan mulai dari pertengahan tahun 2022, pelayanan TNI Polri sudah jalan dimana-mana," ujarnya pada kegiatan rapat kerja daerah program bangga kencana dan percepatan penurunan stunting di Provinsi Kaltim, di Hotel Grand Senyiur pada hari Jumat (10/2/2023).
Hasto optimis Provinsi Kaltim dapat menurunkan angka stunting sesuai dengan target nasional, karena berdasarkan indikator yang lain sudah berjalan dengan baik, seperti angka kematian ibu dan bayi baik. Meskipun berdasarkan hasil survey SSG dari Kementerian Kesehatan berbeda hasil, bahwa mengalami kenaikan.
"Memang harus survey ulang jangan pendataan, karena survey itu dengan sampel yang lebih besar dan kerja sama dengan BPS. Saran saya tetap menggunakan metode SSG, kerja sama dengan BPS, Perguruan Tinggi kemudian Survey. Itu bagus," jelasnya.
Untuk mendukung penurunan percepatan stunting di Provinsi Kaltim, pemerintah pusat memberikan bantuan anggaran ke Pemerintah Daerah sebesar Rp 43 Miliar.
Hasto berpesan agar dapat menyerap anggaran yang diberikan, karena tahun lalu penyerapan Provinsi Kaltim hanya 66 persen. Sehingga berharap tahun ini semua dapat terserap. Pasalnya, anggaran itu diberikan untuk keperluan operasional percepatan penurunan stunting.
"Berharap, mulai sekarang diserapnya, karena biasanya ditunda-tunda sehingga akhir tahun tidak terserap," ucapnya.
Hasto mengungkapkan tahun sebelumnya angka stunting di Provinsi Kaltim 21 persen dan target tahun 2023 bisa mengalami penurunan 3 persen menjadi 17-18 persen. Kemudian, akhir tahun 2024 akan menjadi 14 persen. "Harapannya seperti itu, skenarionya begitu dengan strategi mengerahkan semua sektor," imbuhnya.
Sementara itu, Gubernur Kaltim H Isran Noor menyampaikan dalam rangka percepatan nasional penurunan stunting di Provinsi Kaltim dapat menurunkan prevalensi stunting menjadi 12,83 persen pada tahun 2024 nanti.
"Saya mengimbau kepada seluruh Bupati atau Walikota, agar mengoptimalkan peran
Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS)
di berbagai level mulai dari TPPS tingkat Kabupaten/Kota, Kecamatan dan Kelurahan, sehingga aksi nyata penurunan stunting dapat berjalan terpadu dengan hasil yang maksimal," terangnya.
Isran yakin dan percaya pelaksanaan program bangga kencana dan penurunan stunting di Provinsi Kaltim, akan terlaksana dengan baik dan sukses atas upaya dan kerja sama seluruh elemen pemerintah provinsi Kaltim.
"Masa depan itu tergantung pada apa yang kita lakukan hari ini. Bersama untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045 dan mewujudkan Kalimantan Timur Berdaulat," serunya.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar