Jika dikaitkan kondisi mental, siswa yang belajar terlalu pagi berisiko mengalami masalah kejiwaan.
Menurut psikolog anak dan keluarga Samanta Elsener, MPsi siswa dianjurkan untuk tidur lebih banyak. Lewat tidur, sel-sel otak akan bekerja dengan baik sehingga lebih produktif dan meningkatkan kreativitas yang dimiliki, menjadi lebih besar.
“Kalau dari penelitian, sebenarnya anak itu nggak boleh terlalu lama jangka waktu belajarnya. Jam 5 itu terlalu pagi, dan anak aja bangun itu idealnya jam 6, jam 7 pagi,” katanya dikutip dari detikcom, Rabu (1/3/2023).
Kekurangan tidur dapat membuat komposisi hormonal yang dimiliki anak menjadi tidak berfungsi dengan seharusnya. Hal tersebut yang membuat mental anak terganggu, mengakibatkan depresi dan justru membuat nilai prestasi di sekolah menurun.
Anak juga akan sulit untuk berkonsentrasi di sekolah karena mengantuk dan sulit untuk mengingat pelajaran akibat terjadi memori jangka pendek dan panjang.
“Kalau kekurangan tidur, nanti komposisi hormonal anak itu jadi nggak balance dan itu bisa menyebabkan masalah kesehatan mental juga yang serius,” ujar Samanta.