“Masyarakat juga bisa dengan mudah mengurus berbagai surat dan dokumen lewat aplikasi, mimpi kami memang mempermudah pelayanan bagi masyarakat,” kata Adi.
Menurut Adi, saat ini aplikasi SimpelDesa sudah diunduh oleh 1.000 orang, adapun jumlah warga Desa Bukit Raya ada 3.000 jiwa. “Harapannya semakin banyak warga yang menggunakan aplikasi ini," ucapnya.
Kepala OIKN Bambang Susantono merasa sangat senang dengan perkembangan Desa Digital Bukit Raya terutama menjadi pusat studi bagi desa-desa lain dan membawa percepatan digitalisasi desa.
“Baik sekali, ini sesuai dengan harapan kami bagaimana desa di wilayah Nusantara memiliki literasi digital yang baik dan menggunakan teknologi dalam kehidupan sehari-hari,” kata Bambang.
Menurut Bambang selain teknologi bisa membantu kehidupan masyarakat sehari-sehari, nantinya berbagai proses administrasi desa dengan Nusantara juga akan digital sehingga semua efisien sesuai dengan visi dan misi Nusantara sebagai kota cerdas.
“Nah, dengan percepatan perkembangan digitalisasi di desa-desa di wilayah Nusantara, artinya Nusantara akan semakin siap menjadi smart city, menjadi kota dunia untuk semua,” tutup Bambang.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar