BorneoFlash.com, BALIKPAPAN - Kementerian Sosial (Kemensos) Republik Indonesia (RI) menyalurkan bantuan sosial, dalam kunjungan kerja (Kunker) masa reses Komisi VIII DPR RI di Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).
Bantuan diserahkan langsung oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial RI, Harry Hikmat bersama Komisi VIII DPR RI kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dan Asisten Administrasi Umum Setda Provinsi Kaltim, Riza Indra, mewakili Gubernur Kaltim H Isran Noor, di Embarkasi Haji Jalan Mulawarman Kota Balikpapan, pada hari Jumat (17/2/2023) sore.
Sekjen Kemensos RI, Harry Hikmat mengatakan Kementerian Sosial RI memiliki program-program yang ditujukan, untuk penanggulangan kemiskinan diantaranya Program Keluarga Harapan, Program Bantuan Sembako, Program Atensi, Program Rumah Sejahtera Terpadu termasuk Program Pahlawan Ekonomi Nusantara (Pena).
"Semua program ini dapat terlaksana dengan dukungan penuh dari Komisi VIII DPR RI yang turut memperjuangkan, agar ada program dan anggaran yang cukup memadai dalam rangka penanggulangan kemiskinan," jelasnya.
Bantuan yang baru saja diserahkan dengan nilai Rp 827. 569.000,- diberikan untuk kegiatan kesiapan bencana diantaranya makanan siap saji, kasur, tenda, selimut, peralatan dapur dan sebagainya. Program sembako serta Asistensi Rehabilitasi Sosial (Atensi) seperti alat bantu kursi roda, alat bantu Walker CP menjadi bagian dari bantuan yang diberikan. Termasuk, bantuan kewirausahaan.
"Pada prinsipnya, Kementerian Sosial RI mengharapkan kinerja dari Dinas Sosial bisa menyelaraskan apa yang dilaksanakan oleh Kementerian Sosial yang sudah bermitra dengan Komisi VIII DPR RI, sehingga tujuan dalam menanggulangi kemiskinan dapat kita capai bersama," terangnya.
Tentunya dengan dukungan dari seluruh SKPD yang ada, karena tanpa kolaborasi yang kuat jelas upaya yang dilakukan, untuk mengurangi kemiskinan akan sulit dicapai.
Begitu juga dalam menanggulangi bencana, sinergi antara Dinas Sosial dan BPBD terus diperkuat, sehingga setiap ada bencana kebersamaan dengan BPBD dapat terlaksanakan dengan baik.
Harry menuturkan, program Pena betul-betul harus menjadi program prioritas dari Kementerian Sosial RI, karena itu adalah inovasi dan terobosan baru agar tidak bertumpu pada bantuan sosial terus menerus. Oleh karenanya, bantuan yang diserahkan lebih mengarah kepada bantuan pemberdayaan kepada masyarakat bukan bantuan uang tunai.
"Bantuan PENA yang sudah disalurkan kepada Provinsi Kaltim sebanyak 12 KPM yang tersebar di 10 Kabupaten/Kota. Mudah-mudahan tahun depan bisa ditingkatkan," ucapnya.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar