Pemkot Balikpapan

Kunjungan Kemendagri dan Setkab, Roby Arya Brata: Kinerja Pemkot Balikpapan Sudah Bagus

lihat foto
Kementerian Dalam Negeri dan Sekretariat Kabinet melakukan monitoring dan evaluasi terkait pemantauan kinerja Anggaran Pendapatan Belanja Daerah di Kota Balikpapan, di Ruang Rapat I Kantor Wali Kota Balikpapan, pada hari Senin (5/12/2022). Foto: BorneoFla
Kementerian Dalam Negeri dan Sekretariat Kabinet melakukan monitoring dan evaluasi terkait pemantauan kinerja Anggaran Pendapatan Belanja Daerah di Kota Balikpapan, di Ruang Rapat I Kantor Wali Kota Balikpapan, pada hari Senin (5/12/2022). Foto: BorneoFlash.com/Niken Sulastri.

BorneoFlash.com, BALIKPAPAN - Berdasarkan Instruksi Presiden Joko Widodo, agar seluruh daerah dapat melaksanakan belanja daerah, sehingga perputaran ekonomi terjadi.

Untuk itu, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan Sekretariat Kabinet (Setkab) melakukan monitoring dan evaluasi terkait pemantauan kinerja Anggaran Pendapatan Belanja Daerah di Kota Balikpapan, di Ruang Rapat I Kantor Wali Kota Balikpapan, pada hari Senin (5/12/2022).

Asisten Deputi Bidang Ekonomi Makro, Perencanaan Pembangunan, dan Pengembangan Iklim Usaha Setkab, Roby Arya Brata mengatakan kinerja Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan sudah bagus. Bahkan, realisasinya sudah capai 83 persen. "Saya kira ini hal yang baik," ujarnya kepada awak media usai pertemuan.

Meskipun memang banyak faktor yang menyebabkan realisasi Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) terhambat, ini menjadi konsen Bapak Presiden minta agar setiap daerah mempercepat realisasi APBD karena hal ini untuk pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

"Faktor yang menghambat diberbagai daerah ada hal yang sama tapi ada hal yang berbeda, diantaranya faktor di internal Pemda dan eksternal terutama faktor dipusat," ucapnya.

Ia pun mencotohkan, seperti petunjuk teknis (Juknis), yang sering berubah dan terlambat ke daerah, soal proses administratif yang kadang Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terlambat sehingga proses pengadaan barang dan jasa juga ikut terlambat.

"Jadi banyak faktor. Tapi Alhamdulillah tahun ini ada perbaikan dibandingkan tahun lalu. Hampir seluruh Indonesia ada peningkatan untuk realisasinya," terangnya.


Yang menjadi catatan dalam pertemuan, sistem Kemendagri mesti diperbaiki, regulasi yang menghambat diharap ada perbaikan, berilah kebebasan kepada daerah, untuk melakukan inovasi tetap dalam koridor, yang penting kinerja akan lebih baik ke depan.

"Jangan memaksakan sesuatu yang daerah sulit melaksanakan dan diajak juga daerah jika ingin menerapkan kebijakan di daerah. Jangan bikin sendiri dan tiba-tiba diimplementasikan ke daerah tidak bisa melaksanakan," terangnya.

Ia pun berharap kedepan realisasi APBD membaik, sehingga impeknya kepada masyarakat juga bagus.

Sementara itu, Penjabat Sekretaris Daerah Kota Balikpapan Muhaimin mengatakan, realisasi penyerapan anggaran fisik telah mencapai 83 persen, dengan keuangan sekitar 60 persen.

Pemerintah Kota Balikpapan menargetkan serapan anggaran fisik pada akhir tahun 2022, bisa dapat anggaran fisik mencapai 95 persen dan keuangan sekitar 88-90 persen.

Kedatangan rombongan ini karena mendapatkan data dari Kementerian Dalam Negeri, bahwa serapan APBD Kota Balikpapan rendah. "Mereka melakukan monitoring sekaligus klarifikasi terhadap serapan APBD di kota. Jangan ada dana yang mengendap di bank," bebernya.

Memang pada saat input data di Kemendagri, Kota Balikpapan masih rendah sekali sehingga rombongan datang kesini. Namun, saat ini sudah clear dan juga sudah disampaikan semua kondisi.

Dalam kesempatan ini, PJ Sekda menyampaikan usulan kebijakan dan regulasi dari pemerintah pusat yang terkait menghambat daerah, supaya dilakukan perbaikan untuk pelaporan. Seperti halnya SIPD untuk pelaporan agak sulit mengakses, sehingga lambat. "Kita minta diperbaiki," tutupnya.

Tetap Terhubung Bersama BorneoFlash

Simak berita terbaru dan artikel menarik lainnya langsung dari platform favorit Anda.

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Tulis Komentar