BorneoFlash.com, BALIKPAPAN - Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Balikpapan meningkat, sehingga Balikpapan berstatus waspada. Hal ini mendapat perhatian dari Anggota Komisi IV DPRD Kota Balikpapan, Sandy Ardian.
Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) sangat rentan bagi anak-anak, sehingga pihak Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan harus terus berkoordinasi dan sosialisasi kepada masyarakat maupun sekolah untuk melakukan Kerja Bakti Massal (KBM).
“Biasanya nyamuk Aedes Aegypti menggigitnya di jam pagi atau di jam sekolah. Sekolah itu berpotensi adanya nyamuk demam berdarah, maka dari itu DKK juga harus berkoordinasi ke sekolah sekolah, untuk dilaksanakan bersih-bersih massal,” jelasSandy Ardian, Jumat (11/11/2022).
Apalagi diketahui kasus DBD di Balikpapan lebih banyak menyerang kategori anak-anak yang berusia 5-14 tahun. Untuk itu, penanganan dan pencegahan titik-titik yang rawan lebih ditingkatkan.
Ditambah curah hujan belakangan ini meningkat sehingga menyebabkan genangan air dan menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk berbahaya. DKK aktif berkoordinasi dengan puskesmas hingga ke lingkungan RT.
"Masyarakat mesti waspada, wabah ini jangan dianggap enteng karena menyasar kepada anak-anak kita," ungkapnya.
Untuk mengantisipasinya dengan melakukan kerja bakti, penyemprotan, penaburan abate, membersihkan genangan dan lainnya, sehingga mencegah potensi penyebaran jentik-jentik nyamuk. Termasuk, tempat penampungan air sering dibersihkan dengan cara dikuras dan ditutup.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar