- Gerakan Nasional Aksi Bergizi di tingkat SMP dan SMA/SMK dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia, diinisiasi Kementerian Kesehatan dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda dan Hari Kesehatan Nasional ke 58 tahun.
Di Kota Balikpapan sebanyak 49 sekolah dengan total 26.946 pelajar mengikuti Gerakan Nasional Aksi Bergizi, yakni dengan berolahraga bersama dan sarapan sehat bergizi, pada hari Rabu (26/10/2022).
Khusus bagi peserta didik wanita, ditambah dengan minum tablet tambah darah secara serentak yang akan memecahkan rekor MURI.
Dengan hastag aksi bergizi bikin glowing. Tercatat, sebanyak 14.693 pelajar wanita yang tersebar di 27 Puskesmas Balikpapan akan mengikuti aksi minum tablet tambah darah.
Wali Kota Balikpapan H Rahmad Mas'ud hadir di SMPN 1 untuk mengikuti kegiatan ini, sebagai upaya untuk membangun antusiasme masyarakat dalam menerapkan aksi bergizi yaitu melakukan aktivitas fisik makan makanan bergizi dan minum tablet tambah darah.
Tablet tambah darah berkhasiat untuk mencegah dan menanggulangi kekurangan zat besi dan asam folat yang bisa memicu anemia. Semua kelompok usia bisa terkena anemia dengan pola makan yang tidak teratur. Selain itu, untuk mencegah stunting.
Untuk itu, harus menjaga pola makan yang baik dan asupan makanan yang bergizi agar dapat menyerap dalam tubuh.
Pemerintah Kota Balikpapan komitmen untuk menjaga melindungi dan tentunya menciptakan generasi-generasi anak-anak yang tumbuh sehat bukan hanya pintar tapi juga tubuh yang kuat.
"Pemerintah ini betul-betul menjaga anak-anak kita supaya mereka betul-betul tercipta memiliki sumber daya manusia bukan hanya pinter tapi juga menjadi anak yang sehat dan kuat," ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan dr Andi Sri Juliarty mengatakan tujuan kegiatan ini untuk membudayakan literasi bersama-sama membudayakan sarapan sehat minum tablet tambah darah dan olahraga pada anak-anak agar menjadi bugar dan berprestasi.
Namun ada satu tujuan jangka panjang dari kegiatan ini adalah mencegah anemia agar remaja putri kedepan fungsi reproduksinya sehat dan terhindar dari stunting.
Pasalnya, stunting menjadi ancaman bagi bangsa, sebab dapat menurunkan daya intelegensi anak-anak sehingga nanti akan sulit berkompetisi dalam seluruh lini.
"Mari kita bersama-sama melakukan aksi bergizi untuk upaya mencegah stunting," serunya.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar