BorneoFlash.com, BALIKPAPAN - Untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Balikpapan, Rahmad Mas'ud Center (RMC) melaunching Kios Modern yang merupakan program dari Usaha Milik Rukun Tetangga (UMRT), di Kantor RMC yang berada di Jalan Sungai Ampal Nomor 16 Kelurahan Sumber Rejo Kecamatan Balikpapan Tengah, pada hari Jumat (23/9/2022).
Grand Launching Kios Modern secara resmi dilakukan oleh H Rahmad Mas'ud selaku pembina RMC sekaligus Wali Kota Balikpapan.
Tujuan Kios Modern ini, untuk membantu pemerintah dalam hal menekan inflasi, termasuk membantu RT, untuk bisa punya penghasilan tambahan diluar sebagai Ketua RT. "Mudah-mudahan bermanfaat," ucapnya kepada awak media didampingi Koordinator Yayasan RMC Andi Muttawali.
Kios Modern yang menyediakan sembilan bahan pokok ini diberikan kepada 15 RT dari target 600 RT yang tersebar di enam Kecamatan di Kota Balikpapan. Sebanyak 15 RT ini merupakan RT berprestasi, sejak empat tahun lalu dalam program beras RMC tidak pernah menunggak dan lancar pembayarannya.
"Kita melarang Kios Modern ini menjual minuman beralkohol dan rokok, jika ditemukan maka akan diberi sanksi. Ini komitmen kita juga," katanya.
Target yang dicanangkan bahwa dari 1.700 RT di Kota Balikpapan, nanti ada satu Kios RMC di setiap RT. "Target kami bulan ini 100 RT cuman kami baru launching ada 15 RT. Ini kita tahap pembangunan kiosnya dan kita lagi pesan," ujarnya.
Rahmad mengatakan semua RT yang mendapatkan Kios Modern ini tidak perlu memakai modal. RT menjual sesuai dengan harga standarnya. Semisal, harga beras ukuran 5 Kilogram dijual dengan harga Rp 55 ribu dan Ketua RT mendapatkan margin keuntungan sebesar Rp 5 ribu dari harga standar Rp 50 ribu.
"Dia yang dapat margin, kita tidak mengambil keuntungan, karena 100 persen keuntungan untuk mitra. Kita tidak ambil keuntungan karena ini uang zakat, jadi kita memodalin saja,"
Terkait sumber dana yang diperoleh untuk melaunching Kios Modern ini berasal dari zakat, infak dan sedekah Keluarga Besar RMC.
"Mudah-mudahan zakat yang kita buat ini adalah zakat yang produktif. Kita buat gagasan ini agar zakat kita bermanfaat, untuk membantu masyarakat menjadi sebagai pedagang atau pengusaha," jelas Rahmad.
Sebagai Wali Kota Balikpapan H Rahmad Mas'ud memberikan contoh kepada masyarakat Kota Balikpapan, melalui program ini. Apabila program ini berhasil dan menyebar luas, maka ini bisa dicontoh bukan hanya di Kota Balikpapan melainkan di seluruh Indonesia.
"Kita harus pro kepada masyarakat, sehingga masyarakat dapat bermanfaat dan juga bisa menjadi pedagang atau pengusaha baru di Kota Balikpapan," serunya dengan penuh semangat.
Sistem penjualannya, pengelola menyetorkan uang dari barang yang sudah terjual tidak secara satu persatu tetapi ketika sudah terkumpul bisa untuk disetorkan. Sedangkan, ketika barang kios habis tinggal melapor saja ke RMC tanpa menggunakan modal.
"Dia ambil barang dulu untuk dijual kepada masyarakat ada duitnya baru disetor dan ada untungnya dia langsung potong. Dia tidak boleh jual lebih murah nanti mematikan pangsa pasar, harus sesuai harga pasaran," ungkapnya.
Jika pengelola lambat atau tidak menyetor, maka RMC akan berhentikan sementara pengiriman barang untuk Kios Mandiri. "Kita pegang kepercayaan. RT mau dipercaya atau tidak, kalau tidak mau dipercaya ya sampai disitu saja rezekinya," imbuhnya.
Kios Mandiri merupakan modal usaha dalam bentuk sembilan bahan pokok yang diberikan sebesar Rp 5 juta setiap kios dan itu diluar dari rombong yang bernilai Rp 5 juta. "Kita berikan semua barang dan rombongnya, tinggal mencari tempat untuk rombongnya," tuturnya.
Mengakhiri kegiatan launching, Rahmad pun mengucapkan terima kasih kepada RT yang sudah hadir, karena tanpa RT program RMCtidak dapat berjalan. Tidak mungkin pengurus RMC yang akan berjualan, karena itu tidak akan mampu dan bisa.
"Bapak Ibu RT yang membantu RMC untuk bisa menjalankan program kami, visi misi kami di Kota Balikpapan," tutupnya.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar