Dalam kesempatan yang sama, Ketua Panitia Kun Harini Juniurita menyampaikan kegiatan bazar ini untuk mengatur uang modal supaya bisa menghasilkan keuntungan. Untuk itu, perlu ketelitian dan keahlian. "Jangan sampai rugi atau malah tidak balik modal," ungkapnya.
Termasuk, melatih kerja sama antara orangtua dan anak, sehingga dapat mempererat ikatan antara orang tua dan anak.
"Kadang ada anak kurang dekat dengan orang tua dengan adanya kegiatan ini bisa dilaksanakan dengan baik," terangnya.
Ia menambahkan anak dan para orang tua sangat antusias dengan kegiatan bazar ini dan berharap kegiatan jalan santai para orang tua bisa ikut serta. Mungkin tahun depan jalan santai bisa mendapatkan hadiah, yang bertujuan untuk memotivasi anak-anak.
Meskipun, pihak sekolah hanya memberikan modal Rp 100 ribu setiap kelas tetapi setiap kelas bisa dibantu oleh komite kelas masing-masing.
"Orang tua sendiri yang memutuskan uang Rp 100 ribu digunakan untuk apa, kalau kurang ini bagaimana dan itu dibahas di kelas masing-masing. Mudah-mudahan ini berlanjut terus dan event yang lebih besar," harapnya.
(BorneoFlash.com/Niken)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar