BorneoFlash.com, BALIKPAPAN - Dinas Pangan Pertanian dan Perikanan (DP3) Balikpapan berupaya mendongkrak ketergantungan bahan pangan dari luar daerah, dengan cara memaksimalkan lahan pertanian di perkarangan rumah.
"Masyarakat dapat memenuhi kebutuhan pangannya dengan memaksimalkan memanfaatkan lahan pekarangan, karena sudah ada 17 kelurahan yang telah memaksimalkan pekarangan untuk ketahanan pangan.
Mudah-mudahan secepatnya 34 kelurahan bisa memaksimalkan pekarangan rumah," ujar Kepala Dinas Pangan Pertanian dan Perikanan (DP3) Heria Prisni di ruang kerjanya, Kamis (9/6/2022).
Dengan memaksimalkan pemanfaatan lahan pekarangan, Kota Balikpapan meraih penghargaan dari Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) H Isran Noor dalam kategori terbaik I ketahanan Pangan seluruh Kaltim.
Meskipun, DP3 Kota Balikpapan mencatat petani Balikpapan hanya mampu mengakomodasi kebutuhan pangan sebesar 15 persen.
Untuk itu, Kota Balikpapan menjalin kerjasama dengan daerah pemasok bahan pangan, salah satunya yang telah terjalin MOU kerjasama dengan Polewali Mandar.
"Didapatkan dari dalam 15 persen sedangkan 85 persen pengadaan pangan yang berasal dari luar daerah yaitu Sulawesi dan Surabaya," ungkapnya.
Seperti diketahui, petani Balikpapan hanya penghasil hortikultura seperti sayuran bayam, kangkung, sawi dan buah-buahan.
Namun, tidak bisa memaksa petani untuk menanam yang tidak sesuai dengan keadaan lahan maupun iklim di Balikpapan.
"Kita mengejar dan memaksimalkan yang petani bisa tanam disini, karena iklimnya berbeda. Untuk itu lebih memaksimalkan pekarangan rumah," ucap Heria.
Mengingat, adanya pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) dan Balikpapan sebagai Kota penyangga tentunya penambahan penduduk berdampak pada peningkatan kebutuhan pangan, sehingga antisipasi pun telah dilakukan pada saat ini.
"Mau tidak mau kita harus kerjasama, karena tidak mungkin mendongkrak 100 persen ketahanan pangan," jelasnya.
(BorneoFlash.com/Niken)
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Tulis Komentar